kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -1.000   -0,04%
  • USD/IDR 17.876   21,00   0,12%
  • IDX 6.277   -107,68   -1,69%
  • KOMPAS100 821   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,68   -1,37%
  • ISSI 216   -5,69   -2,56%
  • IDX30 347   -5,77   -1,63%
  • IDXHIDIV20 433   -6,98   -1,59%
  • IDX80 94   -1,46   -1,53%
  • IDXV30 119   -2,04   -1,69%
  • IDXQ30 112   -1,71   -1,50%

Akan lunasi obligasi jatuh tempo Rp 700 Miliar, ini rencana Tower Bersama (TBIG)


Jumat, 10 Juli 2020 / 15:46 WIB
ILUSTRASI. Tower Bersama (TBIG) memiliki obligasi senilai Rp 700 miliar yang akan jatuh tempo pada 19 September 2020.


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Khomarul Hidayat

TBIG mengharapkan pertumbuhan organik tetap kuat untuk membantu operator telekomunikasi dalam memperluas jangkauan jaringan di seluruh negeri.

Helmy mengatakan, fokus TBIG ke depan ada pada pelaksanaan yang tepat waktu untuk menyelesaikan pesanan dan pelayanan berkelanjutan kepada pelanggan telekomunikasi, sambil mengambil langkah-langkah tambahan.

"Dengan situasi ini yang terus berkembang, tim manajemen kami berusaha keras untuk menjaga kemampuan kami untuk beroperasi di masa yang tidak pasti ini. Organic growth di kuartal II 2020 masih cukup kuat,” tambahnya.

Baca Juga: Ada Perusahaan Sandiaga Uno Dibalik Transaksi Jumbo Saham TBIG Rp 1,39 Triliun

Berdasarkan pemberitaan Kontan.co.id sebelumnya, TBIG telah menyerap belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 801,24 miliar pada kuartal I-2020. Capex tersebut digunakan untuk menambah properti investasi, aset hak guna, dan aset tetap.

Properti investasi tersebut dapat berupa tanah dan bangunan untuk kantor. Sementara aset tetap adalah menara telekomunikasi. Sebagian capex tersebut juga digunakan untuk melunasi menara telekomunikasi yang telah dibangun pada 2019.

Sebelumnya, TBIG mengalokasikan capex Rp 1 triliun sampai Rp 2 triliun untuk ekspansi organik pada 2020. Dana ini berasal dari kas internal dan pinjaman bank.

Meskipun begitu, TBIG tidak menutup kemungkinan untuk ekspansi kepemilikan menara telekomunikasi secara anorganik melalui akuisisi menara.

Baca Juga: Ternyata, Pembeli Saham TBIG Senilai Rp 523,83 Miliar adalah Provident Capital

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×