kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.897   15,00   0,08%
  • IDX 6.307   -67,23   -1,05%
  • KOMPAS100 824   -11,63   -1,39%
  • LQ45 626   -7,55   -1,19%
  • ISSI 218   -2,13   -0,97%
  • IDX30 350   -4,22   -1,19%
  • IDXHIDIV20 426   -3,51   -0,82%
  • IDX80 94   -1,28   -1,34%
  • IDXV30 118   -0,88   -0,75%
  • IDXQ30 111   -1,14   -1,02%

Aktivitas tambang timah ilegal masih ada di Babel


Kamis, 29 Maret 2012 / 10:25 WIB
ILUSTRASI. Daun sirih


Reporter: Ayu Utami Larasati | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel) menyatakan aktivitas penambangan ilegal masih terjadi di daerah mereka. Bahkan timah yang dihasilkan oleh tambang ilegal itu selundupkan ke luar negeri.

Aldan Djalil, kepala dinas Pertambangan dan Energi Pemerintah Provinsi Babel menyebutkan, penambang tersebut menjual pasir timah hasil tambang ke perusahaan asing, termasuk perusahaan asal Malaysia. "Ada beberapa penampung timah dari penambangan liar,” kata Aldan di Jakarta, Kamis (29/3).

Menurut Aldan, hasil tambang timah dari Bangka Belitung sampai saat ini masih digemari di pasar luar negeri. Apalagi saat ini harga komoditas timah yang semakin bersinar. Aldan mencatat, putaran uang dari bisnis timah di Bangka Belitung bisa mencapai Rp 40 miliar per hari .

Saaat ini, pasir timah yang ada di tanah Bangka Belitung memiliki banyak kandungan produk turunan. Antara lain: ilmenite, Zircon (Zr), Monazit, Turmalin, Topaz, Wolframit (W), Berilium (Be), Thorium (Tb), Aurum (Au), Lithium (Li), valadium, dan lain sebagainya. "Total jumlah turunan timah Babel mencapai tiga puluh,” terang kata Aldan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×