kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Alasan asing bisa leluasa masuk Industri farmasi


Rabu, 06 November 2013 / 17:03 WIB
Alasan asing bisa leluasa masuk Industri farmasi
ILUSTRASI. Cafe Minamdang, drakor terbaru Netflix yang akan tayang secara perdana pada akhir bulan Juni 2022 ini.


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pemerintah akan membuka kesempatan yang lebih besar bagi investor asing untuk masuk ke sektor farmasi nasional, lantaran pelaku usaha nasional di sektor tersebut dinilai belum begitu kuat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menyebutkan, dengan pertimbangan itu, pemerintah melonggarkan aturan untuk sektor farmasi, sehingga investor asing berkesempatan mengendalikan lebih banyak saham di industri ini.

“Industri farmasi sebelumnya sudah terbuka, asing 75 persen dan nasional 25 persen. Tapi ternyata sulit berkembang, karena nasional tidak kuat. Jadi dibuka 85 persen, tapi masih menjadi draft,” ungkap Hatta di kantornya, Jakarta, Rabu (6/11/2013).

Selain industri farmasi, sektor wisata alam berbasis kehutanan juga akan diperlonggar, dari yang tadinya 49 persen menjadi 70 persen. Ia menambahkan, sektor terlekomunikasi yang terdiri dari sambungan tetap, multimedia dan seluler juga dinaikkan menjadi 65 persen.

“Distribusi film yang tadinya 100 persen di dalam negeri tapi nanti asing bisa masuk 49 persen,” imbuh Hatta.

Pemerintah juga berencana merelaksasi besaran investasi di sektor keuangan yang tadinya 80 persen menjadi 85 persen. Namun demikian, Hatta menegaskan rencana pelonggaran sejumlah sektor dari DNI tersebut masih dalam tahap pembahasan.

“Jadi belum final, sektor-sektornya masih kita pertajam lagi,” pungkasnya.(Estu Suryowati/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×