kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -7.000   -0,38%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Inilah 5 sektor bisnis yang terbuka untuk asing


Rabu, 06 November 2013 / 16:30 WIB
Inilah 5 sektor bisnis yang terbuka untuk asing
ILUSTRASI. logo Foxconn. REUTERS/Tyrone Siu/File Photo


Sumber: Kompas.co | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pemerintah membuka lima sektor bisnis yang bisa dimasuki oleh investor asing. Adapun sektor-sektor tersebut adalah pelabuhan, bandara, jasa kebandaraan, terminal darat untuk barang, serta periklanan.

“Sementara itu, sektor yang dilonggarkan di antaranya telekomunikasi dan farmasi di mana asing bisa memegang hingga 85% saham, ada juga wisata alam, dan masih beberapa lagi sebanyak 10 sektor,” ungkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar, Rabu (6/11).

Lebih lanjut ia menegaskan, meskipun dibuka, asing tak bisa memiliki aset bandara. Pihak asing hanya bisa mengelola bandara 100%.

“Misalnya pembangunan bandara di Bali utara, selama ini terhambat karena pengelolaannya itu belum ada kemungkinan keterlibatan operator kepemilikan asing. Sehingga, bandara tidak bisa ditawarkan dengan skema public private partnership (PPP). Begitu juga kemungkinan bandara di Yogya,” jelas Mahendra.

Untuk terminal barang di darat, pihak asing boleh berinvestasi hingga kepemilikan saham mencapai 49%. Mahendra mengatakan, daftar negatif investasi (DNI) ini menjadi pelengkap agenda pemerintah untuk terus menyesuaikan iklim investasi.

Ia juga mengatakan, selain merevisi aturan DNI, pemerintah juga mendorong revisi peraturan tax allowance, pasca-dirilisnya daftar kemudahan berusaha 2 pekan lalu. (Estu Suryowati/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×