kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.999   -1,00   -0,01%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Alih kelola kurang dari sepekan, siapa calon mitra Pertamina di Blok Rokan?


Selasa, 03 Agustus 2021 / 13:37 WIB
ILUSTRASI. Sebuah pompa minyak beroperasi di ladang sumur Blok Rokan areal kerja Tanah Putih Tanjung Melawan Rokan Hilir, Riau. ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid/wsj.


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno berharap, PT Pertamina (Persero) bisa melakukan pembahasan dini perihal rencana divestasi participating interest (PI) dalam pengelolaan wilayah kerja alias Blok Rokan dengan DPR RI. Hal itu dimaksudkan agar DPR RI bisa mendapatkan gambaran yang komprehensif dan menyeluruh tentang rencana divestasi PI apabila opsi ini jadi dilakukan oleh Pertamina.

Eddy sendiri mengaku sempat mendengar kabar bahwa terdapat beberapa pihak telah menyatakan minatnya untuk turut mengambil porsi PI dan mengelola Blok Rokan di Riau. Beberapa nama yang ia dengar misalnya seperti Medco dan Barito Pacific. 

Hanya saja, ia mengaku belum bisa memastikan kebenaran kabar tersebut lantaran belum melakukan pembicaraan resmi dengan pihak Pertamina. “Saya juga baru mendengar saja, silakan dikonfirmasi kepada mereka,” kata Eddy kepada  Kontan.co.id (2/8).

Baca Juga: Pertamina masih berniat akuisisi blok migas di luar negeri untuk memacu lifting migas

Seperti diketahui, kontrak PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI), pengelola Blok Rokan saat ini, akan habis pada 8 Agustus 2021 mendatang. Setelah kontrak berakhir, pengelolaan Blok Rokan bakal dilanjutkan oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) selaku kontraktor berikutnya.

Menurut data Kementerian Keuangan, aset Blok Rokan mencapai Rp 98 triliun. Secara terperinci, aset tersebut dari tanah senilai Rp 71,74 miliar,  harta benda inventaris senilai Rp 15,94 miliar, harta benda modal senilai Rp 96,08 triliun, dan material persediaan senilai Rp 1,6 triliun.

Sejauh ini, belum ketahuan siapa maupun berapa banyak mitra yang ingin digandeng oleh Pertamina. PI yang mau dilepas maupun dana yang perlu disiapkan oleh calon mitra untuk memperoleh sebagian PI dalam pengelolaan Blok Rokan juga belum diungkapkan lantaran masih bersifat confidential.

Ketika dihubungi, Corporate Secretary Pertamina Hulu Energi (PHE), Whisnu Bahriansyah hanya menyampaikan bahwa pencarian mitra PHR dalam pengelolaan Blok Rokan masih dalam proses. “Nanti kami umumkan kalau sudah final,” ujarnya singkat saat dihubungi Kontan.co.id (2/8).




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×