kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Ambisi pemerintah swasembada pangan sulit tercapai


Selasa, 05 September 2017 / 22:54 WIB


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Kementerian Pertanian (Kemtan) menargetkan swasembada untuk beberapa komoditas pangan. Sebut saja swasembada jagung pada 2018 dan Swasembada Kedelai pada 2020. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman juga optimistis target tersebut dapat dicapai.

Menanggapi hal ini, Khudori pengamat pertanian justru memberikan pendapat berbeda. Dia menyoroti swasembada kedelai yang dicanangkan pemerintah. Menurutnya, tanpa ada terobosan yang besar dari pemerintah, maka swasembada kedelai tidak akan bisa tercapai.

"Mengacu kepada data yang ada, kalau tidak ada terobosan besar seperti penambahan luas area tanam dan peningkatan produktivitas tentunya tidak akan bisa swasembada. Kecenderungan produksinya pun tidak naik, malah turun," ungkap Khudori, Selasa (5/9).

Sementara itu untuk rencana surplus komoditas padi dan swasembada jagung, Khudori mengungkap rencana itu dapat diwujudkan asalkan data yang dipaparkan Kemtan adalah data yang benar.

"Tahun ini kan Badan Pusat Statistik tidak mengeluarkan data. Mengacu data Kemtan di atas kertas, kita bisa surplus beras dan swasembada jagung. Masalahnya, dimana barangnya," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×