kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

AMKRI: Buyer minta produk rotan ramah lingkungan


Senin, 18 November 2013 / 16:58 WIB
AMKRI: Buyer minta produk rotan ramah lingkungan
ILUSTRASI. Direktur Utama Aldo Artako (3 kiri) bersama para Direktur PT Arkora Hydro Tbk?saat paparan?publik penawaran perdana saham di Jakarta, Selasa(21/6/2022). WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN


Reporter: Emma Ratna Fury | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Asosiasi mebel dan kerajinan Indonesia (AMKRI) melihat, permintaan konsumen untuk produk jadi rotan lebih cenderung pada yang ramah lingkungan.

"Para konsumen memang mintanya produk yang eco friendly," kata Damayanti Siahaan Head of Internasional Relation AMKRI disela-sela acara Dialog Nasional Kebijakan Perkuatan Lingkungan Usaha Rotan Ramah Lingkungan di Aryaduta Hotel Jakarta Senin (18/11).

Namun, ia menyebutkan, banyak tantangan dalam menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan untuk produk rotan.

“Misalnya, bagaimana kita mengadakan penelitian, mungkin dengan BPPT atau lembaga lain untuk mensubstitusi produk-produk rotan berbahan kimia yang tidak ramah lingkungan dengan yang eco friendly," tutur Damayanti.

Menurut dia, banyak bahan-bahan alami dan ramah lingkungan yang bisa digunakan untuk produk rotan. Bahan tersebut misalnya pewarna alami, dan pengawet alami.

Namun, menurut Damayanti, bahan-bahan yang ramah lingkungan hingga saat ini masih belum digali dengan baik, sehingga kurang dimanfaatkan oleh para pelaku industri.

Meskipun ada beberapa pelaku industri yang menggunakan bahan alami, tetapi harganya menjadi mahal.

"Kalau misalnya kita lebih berupaya untuk menggunakan bahan-bahan alami mungkin akan lebih baik. Selama ini pewarna alami tersedia sangat banyak di indonesia, namun belum dioptimalkan,” kata Damayanti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×