kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Aneka Gas Industri menganggap industri gas Indonesia masih bisa berkembang


Kamis, 10 Oktober 2019 / 18:18 WIB

Aneka Gas Industri menganggap industri gas Indonesia masih bisa berkembang
Direktur Utama PT. Aneka Gas Industri Rachmat Harsono. KONTAN/Fransiskus Simbolon/17/12/2018

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) menilai, industri gas di Tanah Air secara umum masih bisa berkembang meski ada sejumlah tantangan yang dihadapi tiap pelaku industri tersebut.

Direktur Utama Aneka Gas Industri Rachmat Harsono menyebut, sebagai perusahaan yang berfokus pada produksi dan perdagangan gas industri, pihaknya melihat bahwa permintaan terhadap produk gas tersebut masih cukup tinggi, khususnya untuk sektor industri kimia.

Untuk sektor medis, isu defisit BPJS Kesehatan diakui berimbas ke beberapa rumahsakit kecil. Namun, permintaan gas untuk kebutuhan medis secara keseluruhan tidak menurun.

“Adanya kebijakan dan percepatan menyambut revolusi industri 4.0 diharapkan akan mendorong naiknya kebutuhan gas di kalangan industri,” ungkap Rachmat, Kamis (10/10).

Baca Juga: Strategi Aneka Gas Industri (AGII) memoles kinerja hingga tutup tahun

Di samping itu, pembangunan infrastruktur yang masif di Pulau Jawa, lebih khusus keberadaan tol trans Jawa dapat memangkas biaya distribusi gas milik Aneka Gas Industri.

Di sisi lain, Rachmat berharap pemerataan pembangunan infrastruktur dan kestabilan suplai listrik di luar Jawa akan mendukung kelangsungan bisnis para produsen gas. Ia mengaku, untuk saat ini industri gas masih terkonsentrasi di Indonesia bagian barat, khususnya Pulau Jawa.

Seperti yang diketahui, per 30 Juni 2019, Aneka Gas Industri memiliki 44 pabrik gas industri dan 104 filling station di 23 provinsi di Indonesia. Di semester I-2019, perusahaan telah menambahkan empat filling station baru.

Jaringan distribusi Aneka Gas Industri juga tersebar di berbagai wilayah, seperti Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi.

Lebih lanjut, isu keamanan saat bekerja juga perlu mendapat perhatian lebih dari berbagai pihak yang terlihat dalam industri gas. Apalagi, proses produksi dan pengolahan gas tidak luput dari bahan-bahan berbahaya. 

“Aspek environmental, health, dan safety (EHS) untuk industri di Indonesia masih butuh banyak perbaikan,” ujar Rachmat.

Baca Juga: Semester I-2019 penjualan naik 11,4%, ini strategi Aneka Gas Industri (AGII) ke depan

Ia berharap, rencana revisi undang-undang ketenagakerjaan nantinya akan lebih bersahabat, baik bagi pekerja ataupun pihak produsen.

Ke depan, Aneka Gas Industri akan terus fokus menggarap bisnis gas industri untuk segmen menengah dan kecil. “Perusahaan berupaya menjadi partner untuk konsumen di segmen tersebut guna menciptakan triplewin yang meliputi customer-supplier-community,” terang dia.


Reporter: Dimas Andi
Editor: Herlina Kartika

Video Pilihan


Close [X]
×