kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Anggrek tak laris, petani beralih ternak kelinci


Rabu, 09 Mei 2012 / 08:52 WIB
Anggrek tak laris, petani beralih ternak kelinci
ILUSTRASI. Merica


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Kondisi petani anggrek di Kota Bandung memprihatinkan. Dari sekitar 200 petani yang tergabung dalam Komunitas Petani Anggrek Indonesia (KPAI) Kota Bandung, kini jumlahnya hanya sekitar 50 petani. Sebagian petani lainnya beralih ke bidang lain.

Ketua KPAI Kota Bandung, Wiwiek Handayani mengatakan, jumlah petani anggerk tahun 2009 mencapai 200 petani. Namun, karena penjualan anggrek turun drastis, sebagian petani beralih menjadi peternak atau petani bunga jenis lainnya.

"Intinya ada masalah dalam penjualan. Paling-paling petani hanya bisa mendapatkan uang dari penjualan anggrek sebesar Rp 500.000 sampai Rp 7 juta per bulan," katanya pada jumpa pers di Hotel Scarlet Bandung, Selasa (8/5).

Karena tidak laku, petani anggrek harus mengeluarkan biaya besar untuk melakukan perawatan agar tanaman tidak rusak. Apalagi sangat jarang anggrek dari Bandung diekspor ke negara lain.

Peneliti Anggrek, Wieny Rizky menambahkan, pihaknya akan melakukan pameran dan seminar anggrek pada 9 sampai 13 Mei ini di Bank Indonesia. Pameran ini digelar karena Singapura lebih gencar dalam pameran anggrek. Padahal Indonesia memiliki sekitar 5.000 spesies anggrek.

"Kami merasa terkalahkan dan tersaingi karena Indonesia memiliki beragam jenis anggrek. Semoga ini bisa memotivasi petani anggrek untuk memproduksi dan meningkatkan kualitas, agar bisa bersaing dengan negara lain," ujarnya.

Menurutnya, peluang anggrek untuk meraih pasar begitu besar. Sehingga bisa dijadikan sebagai suatu industri dan menjadi devisa bagi petani anggrek.

Kabid Bina Usaha Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung, Tono Rusdiantono mengatakan, pihaknya mendukung penuh pameran tersebut. Apalagi anggrek membutuhkan promosi secara terus menerus. (Agung Yulianto/Tribunnews)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×