kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   -50.000   -1,70%
  • USD/IDR 16.947   -63,00   -0,37%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Anindya Bakrie: Kadin Dukung Upaya Jaga Pasar Modal Tetap Stabil dan Kredibel


Senin, 02 Februari 2026 / 17:02 WIB
Anindya Bakrie: Kadin Dukung Upaya Jaga Pasar Modal Tetap Stabil dan Kredibel
ILUSTRASI. Indonesia Incar CEPA dengan Brasil, Kadin Beberkan Sektor yang Prospektif (KONTAN/Lydia Tesaloni) Ketua Umum Kadin Anindya N. Bakrie merespons terkait pasar modal yang masih menghadapi tantangan, dari sudut pandang pelaku usaha.


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Anindya N. Bakrie merespons terkait pasar modal yang masih menghadapi tantangan, dari sudut pandang pelaku usaha. 

Seperti diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami trading halt sebanyak dua kali pada Rabu (28/1/2026) dan Kamis (29/1/2026) lalu. Pada perdagangan hari ini, Senin (2/2/2026), IHSG masih ditutup turun 4,88% secara harian ke level 7.922,73.

Anindya menegaskan, dalam hal ini, Kadin tetap memainkan perannya  sebagai lembaga yang memayungi dunia usaha.

“Kita memberikan advokasi, memberikan masukan. Tentu pemerintah yang memutuskan di regulasi,” ujarnya saat ditemui di Menara Kadin, Senin (2/2/2026).

Baca Juga: Tembus Rp 54,94 Triliun di 2025, OJK Dorong Pasar Obligasi Berkelanjutan di ASEAN+3

Bagaimanapun, lanjut Anin, Kadin mendukung segala upaya yang menciptakan suatu pasar modal yang stabil dan kredibel. Sebab, menurutnya, keberhasilan suatu negara salah satunya dilihat dari likuiditas pasar modal dan tata kelola (governance).

Dalam konteks tersebut, ia menilai peran regulator menjadi krusial dalam menetapkan aturan main yang jelas dan konsisten. 

Tata kelola yang baik, lanjutnya, juga perlu diiringi dengan pemahaman dari pelaku usaha bahwa pasar modal merupakan sarana penting untuk mencari pendanaan, selain perbankan.

Tentu, Anin bilang, dari sisi pelaku usaha juga tak sedikit yang mengalami portofolio terkoreksi. “Namun, kami melihatnya pasar modal adalah bukan untuk jangka pendek, melainkan jangka menengah dan panjang,” imbuhnya.

Soal pergantian pucuk pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), Anin menilai transformasi ini merupakan langkah yang baik. “Saya yakin dari luar negeri juga melihat bahwa kita serius (mentransformasi pasar modal),” ujarnya.

Menurut Anin, dari sejumlah langkah yang dilakukan untuk membenahi pasar modal Indonesia, yang terpenting adalah ekonomi negara yang tetap stabil secara fundamental.

Baca Juga: IHSG Ambruk 4,88% ke 7.922, Top Losers LQ45: MBMA, MDKA dan EMTK, Senin (2/2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×