Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam menyambut baik inisiatif Bursa Mineral dan Komoditas (BMKS) atau Indonesia Commodity Exchange (Icomex) seiring rencana peluncuran bursa tersebut pada awal 2027.
Sekretaris Perusahaan Antam Wisnu Danandi Haryanto mengatakan, Antam melihat peluncuran bursa komoditas bermanfaat untuk memperkuat ekosistem perdagangan mineral nasional.
Antam berharap kehadiran Icomex dapat memperkuat daya saing komoditas hingga mendorong transparansi penetapan harga.
"Kehadiran BMKS diharapkan dapat mendorong transparansi pembentukan harga, meningkatkan efisiensi perdagangan, serta memperkuat daya saing komoditas mineral Indonesia di pasar global," ujar Wisnu kepada Kontan, Rabu (4/11/2026).
Baca Juga: Harga Batubara Kalori Menengah dan Rendah Menguat, Ini Prospek hingga Akhir 2026
Perusahaan memandang inisiatif ini dapat membuka peluang pengembangan mekanisme perdagangan yang lebih transparan dan kompetitif.
Antam pun siap mendukung implementasi BMKS dengan tetap memperhatikan karakteristik masing-masing komoditas, serta kesesuaiannya dengan proses bisnis perusahaan.
Wisnu berharap implementasi BMKS dapat berjalan secara bertahap sambil dengan memperhatikan kesiapan ekosistem perdagangan.
"Hal ini meliputi keandalan sistem transaksi, transparansi pembentukan harga, standardisasi kualitas komoditas, serta dukungan infrastruktur perdagangan yang memadai," imbuhnya.
Selain itu, Wisnu menekankan pentingnya mekanisme BMKS dengan praktik perdagangan yang telah berjalan, termasuk keberlangsungan kontrak komersial, kepastian usaha, dan dinamika pasar internasional.
"Ini menjadi aspek penting agar implementasinya dapat memberikan manfaat optimal bagi seluruh pelaku industri," terangnya.
Secara keseluruhan, Antam optimistis kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan dapat mendorong implementasi BMKS yang efisien.
"Melalui sinergi antara pemerintah, regulator, penyelenggara bursa, dan pelaku industri, BMKS dapat berkembang menjadi mekanisme perdagangan yang kredibel, efisien, dan mampu meningkatkan daya saing industri mineral," tandas Wisnu.
Baca Juga: Bergantung pada Subsidi dan Kompensasi, Keuangan PLN Dibayangi Risiko Likuiditas
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
