kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.900   18,00   0,10%
  • IDX 6.302   -72,16   -1,13%
  • KOMPAS100 824   -11,84   -1,42%
  • LQ45 626   -7,84   -1,24%
  • ISSI 218   -2,30   -1,04%
  • IDX30 350   -4,40   -1,24%
  • IDXHIDIV20 426   -3,70   -0,86%
  • IDX80 94   -1,30   -1,36%
  • IDXV30 118   -0,91   -0,77%
  • IDXQ30 111   -1,12   -1,00%

Antrean BBM bersubsidi terpisah dengan nonsubsidi


Selasa, 18 Januari 2011 / 14:49 WIB


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Pemerintah terus menggodok kebijakan pembatasan bahan bakar minyak (bbm) bersubsidi. Yang teranyar, pemerintah lewat Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) minta kepada PT Pertamina untuk memisahkan jalur antara BBM bersubsidi dan bbm nonsubsidi.

"Supaya tidak terjadi salah jalur diberi warna atau tanda supaya memudahkan konsumen mana yang subsidi dan mana yang tidak," ujar Dirjen Migas, Kementrian ESDM, Evita Herawati Legowo, Selasa (18/1).

Vice President Communication Pertamina Moch Harun mengatakan, Pertamina akan memenuhi permintaan pemerintah tersebut. "Itu tidak masalah karena kita sudah menyiapkan jalur khusus untuk BBM subsidi dengan tandanya," kata Harun.

Seperti diketahui, pemerintah mulai tahun ini akan menerapkan kebijakan pembatasan BBM subsidi. Tujuannya untuk penghematan. Awalnya, kebijakan ini akan berlaku mulai Januari 2011. Namun, karena desakan dari DPR, kebijakan ini mundur pada April 2011.

Pemerintah meminta kepada Pertamina untuk memperkuat infrastruktur pom bensin untuk mendukung kebijakan ini. Pertamina akan memperbanyak pom bensin yang menyediakan Pertamax. Selain itu, pemerintah juga sedang membahas mekanisme pembatasan subsidi BBM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×