kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

AP3I: Smelter lokal rugi, smelter asing untung?


Selasa, 11 Juli 2017 / 19:39 WIB
AP3I: Smelter lokal rugi, smelter asing untung?


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Kelangsungan industri smelter saat ini berada dititik nadir. Pasalnya dengan kondisi harga nikel saat ini akan banyak yang gulung tikar. Hal ini menjadi sorotan Asosiasi Perusahaan Pengolahan dan Pemurnian Mineral Indonesia (AP3I) yang menyatakan ada kesalahan pengaturan dan regulasi dalam industri tersebut.

Jonatan Handjojo, Wakil Ketua AP3I menyatakan, aturan yang terus berubah-ubah, membuat harga nikel terus tersungkur. Imbasnya ke perusahaan smelter, namun tidak semua perusahaan smelter mengalami kerugian. Pasalnya, smelter yang dimiliki investor asing justru girang dengan inkosistensi aturan soal ekspor mineral mentah tersebut.

Sebab  saat ini investor smelter asing yang ada di Indonesia banyak didominasi dari China. Biasanya mereka juga memiliki smelter di negaranya, sehingga dengan aturan ekspor mineral mentah tersebut justru perusahaan bisa mendapatkan bahan baku murah untuk diolah. Sehingga kebijakan tersebut bisa diatasi dengan baik, sedangkan untuk perusahaan lokal sedang sekarat.

"Kalau smelter milik orang Indonesia itu sudah pasti rugi, semuanya itu macet. Padahal perusahaan smelter (China) yang datang ke Indonesia itu yang kecil-kecil," ujarnya kepada KONTAN, Selasa (11/7).

Umumnya perusahaan smelter saat ini dihantui problema biaya produksi yang jauh lebih besar dibandingkan harga jual. Salah satu penyebabnya itu karena dibukanya keran ekspor mineral mentah sehingga harga menjadi turun signifikan.

Menurutnya kondisi ini tidak hanya akan berimbas pada industri smelter tetapi pada potensi pendapatan yang bisa diambil pemerintah. Sehingga jalan satu-satunya adalah perlunya revisi terkait aturan ekspor mineral mentah. Dengan begitu, harga nikel akan meningkat dan persaingan sehat antara perusahaan smelter yang beroperasi didalam negeri bisa terjadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×