kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

APBI: Permintaan batubara China meningkat


Jumat, 07 Juli 2017 / 16:05 WIB


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Permintaan batubara dari China diprediksi akan meningkat setelah bendungan Tiga Ngarai dan Gezhouba di China mengalami kerusakan. Padahal pada bendungan tersebut beroperasi PLTA dengan kapasitas 22.500 megawatt (MW) yang menjadi PLTU  terbesar di dunia. Jumlah tersebut setara dengan 20 unit PLTU berkapasitas besar.

Pandu Sjahir, Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) mengatakan, permintaan akan batubara akan meningkat. Sebenarnya tanpa adanya gangguan di Bendungan Tiga Narai tersebut, permintaan batubara dari China akan tetap naik karena banyaknya PLTU yang membutuhkan pasokan batubara.

Asal tahu saja, PLTA di China merupakan pembangkit terbesar kedua setelah PLTU. Dengan kejadian shutdown ini maka total daya dari PLTA berkurang menjadi 13.520 MW menjadi 7.500 MW. Bendungan Tiga Narai mengalami penurunan daya dari 18.120 MW menjadi 6.000 MW, sedangkan Bendungan Gezhouba menurunkan daya dari 2.900 MW menjadi 1.500 MW.

Untuk menutup rusaknya PLTA miliknya, Tiongkok melakukan impor batubara dari Australia yang menyentuh level tertingginya. "Namun kenaikan signifikan kebutuhan batubara Tiongkok hanya temporer dan bila PLTA stabil maka kebutuhannya kembali normal," ujar Pandu (7/7). 

Dirinya mengatakan kendati akan ada peningkatan dengan gangguan PLTA milik China, namun dirinya masih sulit menerka harga batubara ke depannya. Memang saat ini, dirinya melihat ada peningkatan permintaan, tidak hanya dari China tetapi juga dari negara lain termasuk dari domestik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×