kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

PLN Bakal Dapat Tambahan Pasokan Batubara hingga 3 Juta Ton per Bulan Sampai Desember


Kamis, 02 Juli 2026 / 17:35 WIB
PLN Bakal Dapat Tambahan Pasokan Batubara hingga 3 Juta Ton per Bulan Sampai Desember
ILUSTRASI. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (KONTAN/Sabrina Rhamadanty)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN memastikan kondisi kelistrikan di sistem Jawa kini berangsur pulih dan andal. Guna mengantisipasi terulangnya pemadaman bergilir, perseroan mengamankan tambahan pasokan batubara kalori menengah ke atas hingga akhir tahun ini.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengungkapkan, penambahan pasokan ini merupakan langkah korektif bersama Kementerian ESDM atas menyusutnya produksi batubara kalori tinggi. Lewat penugasan khusus, PLN mendapat tambahan batubara kalori 4.500 ke atas di luar kontrak yang ada.

"Ini sebesar 1,8 juta ton on top dari existing supply untuk bulan Juli, dan 3 juta ton per bulan dari bulan Agustus sampai bulan Desember. Sehingga di sini ada penambahan kapasitas daya mampu pasok sebesar 5 GW di atas 35,9 GW, yang tentu saja ini membuat sistem pelistikan di Pulau Jawa menjadi jauh lebih andal lagi," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Baca Juga: APP Group: Permintaan Buku Tulis Jelang Masuk Sekolah Tahun Ini Melemah

Darmawan mengungkapkan, tambahan pasokan ini diklaim mampu mendongkrak keandalan sistem kelistrikan di Pulau Jawa secara signifikan setelah sempat mengalami kendala. 

Dia menyebut, pasokan ekstra ini menjadi solusi instan bagi PLN untuk menyelesaikan persoalan pemadaman bergilir yang sempat dikeluhkan oleh masyarakat dan pelaku industri.

"Ini tentu saja membuat sistem di Jawa ini yang tadinya memang kami mengakui adanya pemadaman bergilir ini sistemnya langsung meningkat menjadi jauh lebih andal," ungkapnya.

Darmawan menjelaskan, penurunan produksi batubara kalori menengah dan tinggi secara nasional sempat menjadi tantangan bagi pasokan pembangkit. Namun, berkat koordinasi intensif dengan Kementerian ESDM, Dirjen Ketenagalistrikan, serta Dirjen Minerba, kendala penyediaan energi primer ini akhirnya berhasil terkoreksi melalui mekanisme penugasan kontrak baru.

"Kami memberikan apresiasi luar biasa karena untuk bulan Juli ini alokasi penugasan dan kontrak yang sudah kami tindak lanjuti berjalan dengan baik kemudian diikuti juga dengan penugasan untuk bulan Agustus, September, Oktober, November, sampai bulan Desember," tandasnya.

Di samping itu, di dalam rapat tersebut Dirut PLN sempat dicecar pertanyaan terkait penyebab pemadaman bergilir yang sempat menghebohkan publik.

Anggota Komisi XII DPR, Ramson Siagian mempertanyakan, penyebab terjadi pemadaman listrik bergilir atau blackout, lamanya proses pemadaman hingga data wilayah mana saja yang terjadi pemadaman,

Ramson menuturkan, berdasarkan informasi yang dikantonginya pemadaman tersebut terjadi bukan karena persoalan transmisi melainkan dari sisi pembangkit.

"Karena ini banyak keluhan Pak, seperti di Dapil saya, sebentar 3 jam dia pemadaman. Padahal setahu saya, kita masih oversupply energi listriknya tolong dijelaskan," katanya.

Baca Juga: Defisit Neraca Dagang Migas Tembus US$ 12,28 Miliar Hingga Mei 2026, Ini Sebabnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×