kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Apgansi desak pemerintah atur importansi garam


Senin, 11 Oktober 2010 / 16:51 WIB
ILUSTRASI. Pabrik pengolahan, PT International Nickel Indonesia Tbk, INCO,


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Asosiasi Petani Garam Seluruh Indonesia (Apgasi) mendesak pemerintah memperbaiki importasi garam. Sebab, Apgasi menduga banyak garam industri yang masuk ke pasar konsumsi. Ini terjadi, karena ada perusahaan yang mendapat izin impor garam industri sekaligus garam konsumsi.

Asal tahu saja, ada dua jenis izin impor garam yakni izin untuk importir terdaftar (IT) yang khusus untuk garam industri dan importir produsen (IP) untuk garam konsumsi. Izin IT hanya dimiliki dua perusahaan, PT Sumateraco dan PT Garindo.

PT Garindo juga memiliki izin IP. "Mestinya, ini dipisahkan secara tegas," kata Syaiful Rahman, Ketua Umum Apgasi, saat rapat dengan Komisi IV DPR bersama Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Senin (11/10).

Tanpa pemisahan izin, Apgasi menilai garam industri bisa merembes ke pasar konsumsi. Apalagi, Apgasi menyatakan, pemerintah tidak memiliki lembaga khusus yang mengawasi importasi garam. "Ini rawan perembesan," tandas Syaiful.

Apgasi menyatakan, pemerintah seharusnya menunjuk satu perusahaan yang mengimpor garam industri. Selain itu, pemerintah juga harus membentuk lembaga pengawas importasi garam. "Jangan sampai izin impor tersebut disalahgunakan sehingga mengakibatkan garam petani tidak laku," jelas Syaiful.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×