kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Apindo optimistis kinerja sektor properti membaik usai pilpres


Kamis, 23 Agustus 2018 / 16:47 WIB
Apindo optimistis kinerja sektor properti membaik usai pilpres
ILUSTRASI. Proyek properti BSDE


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) bisa memacu tren kenaikan bunga kredit bank. Kondisi ini, turut menjadi tantangan bagi sektor properti yang kinerja mulai tergerak.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengungkapkan kinerja sektor properti masih positif di tengah tren suku bunga tinggi. Ini karena ada kebijakan lain seperti pelonggaran kebijakan kredit perumahan atau loan to value (LTV) oleh BI. Selain itu, ada pula relaksasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di sektor properti.

"Dengan LTV dilonggarkan, otomatis masyarakat kalau membeli rumah, down payment (DP-nya) enggak terlalu besar," ungkap Hariyadi, Kamis (23/8).

Ditambah lagi, menurutnya yang menjadi perhatian konsumen bukanlah bunga pinjaman, melainkan DP yang lebih murah dan jangka waktu panjang. Sedangkan untuk bunga pinjaman pergerakannya masih berpotensi turun.

"Jadi kami perkirakan, akhir tahun depan (bunga kredit) turun dan akhir tahun ini trennya (bunga) akan turun," jelasnya.

Selain itu, Hariyadi menilai tren suku bunga tinggi harnya bersifat sementara. Usai pelaksanaan pemilihan presiden 2019 (Pilpres), Apindo optimisitis kinerja sektor properti bisa terus bergerak positif.

"Saya lihat, setelah pilpres atau di April tahun depan sektor properti akan tumbuh lagi," ungkapnya.

Apalagi, Hariyadi menilai saat ini dampak dari pelonggaran LTV sudah mulai tampak di sektpr properti. Dia menjelaskan, dilihat dari data kantor pajak, angka pendapatan tumbuh 16% yang mencerminkan bahwa perekonomian sudah bergerak, hanya saja belim optimal.

"Nah, ini yang kita harapkan bisa cepat dan semakin tinggi," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×