kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.965.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.830   0,00   0,00%
  • IDX 6.438   38,22   0,60%
  • KOMPAS100 926   8,20   0,89%
  • LQ45 723   5,45   0,76%
  • ISSI 205   2,17   1,07%
  • IDX30 376   1,61   0,43%
  • IDXHIDIV20 454   0,42   0,09%
  • IDX80 105   1,01   0,98%
  • IDXV30 111   0,45   0,40%
  • IDXQ30 123   0,28   0,22%

Apindo ragukan terlaksananya pembatasan ekspor gas


Rabu, 18 Juni 2014 / 18:45 WIB
Apindo ragukan terlaksananya pembatasan ekspor gas
ILUSTRASI. PT Tokopedia (Tokopedia) menyiapkan sederet strategi untuk mencuil cuan dari bisnis emas digital.


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Franky Sibarani, meragukan rencana pemerintah membatasi ekspor gas alam untuk penuhi kebutuhan dalam negeri.

"Karena saat ini pemerintahan yang berjalan sudah hampir berakhir, jadi kebijakan strategis itu bakal sulit untuk segera dilaksanakan," ujar Franky, Rabu (18/6).

Menurutnya, rencana untuk membatasi ekspor gas alam untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri merupakan rencana lama. "Jika memang jadi terlaksana ya baik saja, karena ada banyak sektor industri yang memang sangat bergantung pada pasokan gas," ujar Franky.

Tahun lalu, kata Franky, sekitar 300 hingga 400 perusahaan manufaktur mengeluhkan mengenai minimnya pasokan gas yang mengganggu kelangsungan produksi. Beberapa sektor-sektor yang menggunakan gas alam sebagai bahan baku produksi antara lain adalah industri keramik, makanan dan minuman, sarung tangan, pupuk, besi, kimia, dan beberapa sektor lain.

Franky, yang juga Sekretaris Jenderal di Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmi) ini  mengatakan bahwa tahun lalu ada sekitar 60 pabrik makanan dan minuman yang mengaku kekurangan pasokan gas.

“Di Industri makanan dan minuman gas alam sangat untuk bisa memproduksi makanan yang berkualitas,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×