kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Aprindo: Bisnis e-commerce bukan ancaman ritel


Sabtu, 18 November 2017 / 19:12 WIB


Reporter: Maizal Walfajri, Maizal Walfajri | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - TANGERANG. Pertumbuhan bisnis ritel di tanah air masih tetap positif. Meski pertumbuhan ini melambat dibandingkan tahun lalu.

"Ritel itu masih tumbuh, tapi melambat. Selama semester satu kami hanya tumbuh sekitar 4%. Kami harapkan di semester II ini minimal sama dengam semester 1 atau lebih sedikit. Tapi perkiraan kami masih rendah dibandingkan tahun lalu yang di sekitar 6%-7%," ungkap Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey kepada Kontan.co.id pada Sabtu (18/11).

Roy bilang faktor utama perlambatan bisnia ritel karena adanya pengaruh perubahan perilaku konsumen. Roy menyatakan produtivitas masyarakat menengah ke bawah masih rendah. Hal ini membatasi masyarakat untuk melakukan konsumsi. Sedangkan pada masyarakat menegah ke atas cenderung mengunakan bujet untuk kuliner dan kebutuhan lainnya.

Berbicara soal tudingan bahwa pertumbuhan ekonomi digital yang pesat menyebabkan industri ritel Indonesia memble, Roy membantah hal ini.

"E-commerce itu bagi peritel termasuk mini market hanya mengerus bisnis ritel modern 1,4%. Tidak ada sesuatu kekhawatiran untuk bicara soal online. Online itu belum menjadi sesuatu yang signifikan dalam perdagangan di Indonesia," papar Roy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×