Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.140
  • EMAS682.000 0,44%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Aprobi: Lima hal bisa dicapai dengan hadirnya B30

Kamis, 13 Juni 2019 / 16:44 WIB

Aprobi: Lima hal bisa dicapai dengan hadirnya B30
ILUSTRASI. UJI JALAN BAHAN BAKAR B30

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaksanaan uji jalan (road test) bahan bakar B30 (campuran biodiesel 30% pada bahan bakar solar) pada Kamis (13/6) membuat Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) memperkirakan ada lima hal yang bisa dicapai ke depannya.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Master Parulian Tumanggor bilang kelima hal tersebut merupakan dampak positif dari penerapan energi ramah lingkungan.


Baca Juga

Kelima hal tersebut antara lain; Pertama, komitmen untuk Paris Agreement 21. Penerapan B30 diklaim mampu menekan emisi karbon menjadi 29%. Kedua, menjaga defisit neraca perdagangan. Tumanggor menyebut langkah ini akan membuat penggunaan devisa untuk pembelian solar berkurang.

Senada, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan bilang langkah ini dapat menekan impor BBM. "Pemerintah punya kepentingan untuk menjaga neraca perdagangan supaya impor minyak terkendali," ujar Jonan.

Ketiga, harga sawit diperkirakan tidak turun. "Dengan demand yang stabil maka akan menjaga harga sawit," jelas Tumanggor. Bahkan dalam kesempatan tersebut Jonan menyinggung soal kemungkinan penerapan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) demi memastikan pasokan sawit untuk pasar domestik tetap terjaga.

Keempat, terjaganya pasokan sawit dari Petani. Tumanggor menyebut sejauh ini sudah ada 19 pabrik untuk pengolahan industri fame. "Bahkan ada kemungkinan penambahan dua pabrik," jelas Tumanggor.

Kelima, optimalisasi penggunaan green energy. Pemanfaatan B30 diharapkan mampu mendongkrak penggunaan energi yang ramah lingkungan. Pada kesempatan yang sama Kepala Badan Litbang ESDM Dadan Kusdiana bilang pemanfaatan sawit tidak akan memberi dampak berlebih pada lingkungan.

"Kan berasal dari sawit istilahnya karbon netral jadi tidak produksi karbon tambahan. Tidak nambah di lingkungan, karbon netral," ujar Dadan.

Adapun Tumanggor menyebut hingga April 2019 realisasi penyerapan fame sekitar 2,7 juta kl yang terdiri dari 2,1 juta kl untuk pasar domestik dan sisanya impor. Adapun untuk tahun 2019 Aprobi menargetkan penyerapan fame dapat mencapai 6,2 juta kl. "Kita harapkan dapat terpenuhi nantinya," tandas Tumanggor memprotes.


Reporter: Filemon Agung
Editor: Yoyok
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0565 || diagnostic_web = 0.2817

Close [X]
×