Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.140
  • EMAS682.000 0,44%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Butuh 9 juta kl dengan hadirnya B30, Aprobi: Produksi masih cukup

Kamis, 13 Juni 2019 / 15:53 WIB

Butuh 9 juta kl dengan hadirnya B30, Aprobi: Produksi masih cukup
ILUSTRASI. UJI JALAN BAHAN BAKAR B30

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kehadiran Bahan Bakar B30 (campuran biodiesel 30% pada bahan bakar solar) yang mulai dilaksanakan uji cobanya pada Kamis (13/6) di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) diprediksi akan meningkatkan kebutuhan fame dalam negeri hingga 9 juta kiloliter (kl).

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Master Parulian Tumanggor bilang sejauh ini kapasitas pengolahan industri fame sebanyak 12 juta kl dari 19 pabrik. "Untuk 2018 dalam negeri sekitar 6 juta kl dan 1,5 juta kl diekspor," jelas Tumanggor.


Baca Juga

Jika B30 mulai diterapkan pada Januari 2020 sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri ESDM nomor 12 tahun 2015 maka diprediksi akan ada peningkatan sekitar 3 juta kl untuk kebutuhan fame dalam negeri. Tumanggor bilang dengan begitu masih ada surplus 1 juta kl hingga 1,5 juta kl.

Bahkan menurutnya kebijakan ini juga akan mendorong pembangunan pabrik biodiesel oleh sejumlah pengusaha. "Setahu saya ada kemungkinan penambahan satu juta kl dari dua pabrik oleh perusahaan baru," jelas Tumanggor.

Sementara itu Tumanggor menyebut konsumsi fame pada tahun 2018 mencapai 5,5 juta juta kl yang terdiri dari 4 juta kl untuk dalam negeri dan 1,5 juta kl untuk ekspor. Tumanggor juga tak dapat memastikan anggaran yang telah dikeluarkan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit untuk konsumsi fame di tahun tersebut.

Namun ia memastikan besaran yang dibayarkan sejumlah realisasi fame dan tak ada pungutan tambahan. "Belakangan ini tidak ada dana pungutan sebab harga dari fame di bawah solar namun jika harga fame di atas solar baru akan ada pungutan," ujar Tumanggor.

Lebih jauh Tumanggor menyebut dengan kebutuhan fame yang mencapai 9 juta kl maka dibutuhkan tambahan 10% untuk Crude Palm Oil (CPO). "Kira-kira 10 juta ton," tandas Tumanggor.


Reporter: Filemon Agung
Editor: Yoyok
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0710 || diagnostic_web = 0.3082

Close [X]
×