Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. AQUA dan Citilink memperluas kolaborasi ke sektor ekonomi sirkular dengan mengembangkan pengelolaan sampah plastik pascakonsumsi dari aktivitas penerbangan.
Inisiatif tersebut menjadi upaya kedua perusahaan menghubungkan bisnis transportasi udara dengan rantai nilai industri daur ulang.
Baca Juga: Garudafood Putra Putri Jaya (GOOD) Jaga Pertumbuhan Dobel Digit di Tahun 2026
Melalui kolaborasi Semangat Gerak, sampah plastik yang dihasilkan dari aktivitas penerbangan akan dipilah dan disalurkan ke ekosistem daur ulang untuk diolah kembali menjadi material bernilai ekonomi.
Bali menjadi salah satu rute yang dipilih sebagai proyek percontohan (pilot project) dalam inisiatif tersebut.
CEO Danone Indonesia Laurent Boissier mengatakan, kolaborasi lintas industri dapat membuka peluang untuk membangun model ekonomi sirkular yang lebih terintegrasi.
“Di AQUA, kami percaya bahwa mobilitas dan keberlanjutan dapat berjalan berdampingan. Melalui Semangat Gerak, kami ingin menunjukkan bahwa kolaborasi lintas industri dapat menghadirkan solusi yang lebih konkret dalam mendorong ekonomi sirkular,” ujar Laurent dalam keterangannya Selasa 925/8/2026).
Menurutnya, inisiatif tersebut sekaligus memperkuat sistem pengumpulan dan pengelolaan sampah plastik pascakonsumsi dengan melibatkan mitra serta komunitas lokal.
Baca Juga: BI: Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 Catat Penjualan UMKM Rp144,2 Miliar, Naik 46%
Kolaborasi ini menjadi bagian dari pengembangan ekosistem daur ulang yang telah dibangun AQUA selama lebih dari tiga dekade.
AQUA mulai mengembangkan inisiatif pengumpulan dan daur ulang kemasan pascakonsumsi sejak 1993, yang kemudian diperkuat melalui gerakan #BijakBerplastik pada 2018.
Saat ini, AQUA bersama para mitra memiliki ekosistem pengumpulan dan daur ulang yang mencakup bank sampah induk, Recycling Business Unit (RBU), collection center, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), serta Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui ekosistem tersebut, AQUA dan mitranya mengumpulkan lebih dari 51.000 ton sampah plastik per tahun untuk didaur ulang menjadi material bernilai ekonomi.
Material tersebut antara lain dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kemasan produk baru sesuai standar dan ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Tiketcom: Tren Short Trip Naik, Pesanan Atraksi Wisata Melonjak 29%
Bali Jadi Proyek Percontohan
Pengembangan ekosistem daur ulang juga menjadi perhatian AQUA di Bali. Perusahaan telah mengembangkan sejumlah inisiatif yang mencakup inovasi kemasan, penguatan sistem pengumpulan, dan edukasi masyarakat.
Di kawasan Sanur, misalnya, AQUA bersama mitra dan komunitas lokal mengembangkan model bisnis isi ulang untuk mengurangi timbulan sampah kemasan.
Perusahaan juga menyediakan tempat sampah terpilah atau dropbox serta Reverse Vending Machine (RVM) untuk meningkatkan pengumpulan kemasan plastik pascakonsumsi.
Dengan adanya proyek percontohan bersama Citilink, rantai pengumpulan sampah plastik diperluas hingga aktivitas penerbangan.
Sampah yang dihasilkan selama penerbangan akan dipilah sebelum masuk ke jaringan pengelolaan dan daur ulang.
Skema tersebut berpotensi memperluas sumber bahan baku bagi industri daur ulang sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari sampah plastik yang sebelumnya berakhir sebagai limbah.
Baca Juga: CLEO Perkuat Ekspansi, Optimistis Pertumbuhan Kinerja Berlanjut hingga Akhir 2026
Citilink Perkuat Bisnis Berkelanjutan
Direktur Utama Citilink Darsito Hendroseputro mengatakan, kolaborasi dengan AQUA merupakan bagian dari upaya perusahaan mengembangkan aktivitas bisnis yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung terciptanya ekosistem yang lebih baik bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui kolaborasi dengan AQUA, kami ingin menghadirkan layanan penerbangan yang tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan,” ujar Darsito.
Menurut Darsito, kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat mendorong lebih banyak pihak terlibat dalam pengelolaan sampah dan menjaga lingkungan melalui tindakan nyata.
Bagi kedua perusahaan, pengembangan ekonomi sirkular menjadi salah satu peluang untuk menciptakan nilai ekonomi sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas bisnis.
Baca Juga: IESR Nilai Insentif Motor Listrik Rp3 Juta Belum Cukup Dorong Adopsi
Sebelumnya, AQUA dan Citilink telah mengembangkan kampanye Semangat Gerak melalui sejumlah inisiatif, termasuk peluncuran livery khusus pada pesawat Citilink serta instalasi interaktif Flomiland di Terminal 1C Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Ke depan, kolaborasi tersebut diarahkan menjadi platform jangka panjang yang tidak hanya mendorong gaya hidup aktif dan sehat, tetapi juga memperkuat praktik bisnis yang mendukung keberlanjutan dan ekonomi sirkular.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














