kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

AREBI: Tren sewa properti kantor dan gudang masih lesu pasca pemilu dan lebaran


Senin, 10 Juni 2019 / 18:03 WIB

AREBI: Tren sewa properti kantor dan gudang masih lesu pasca pemilu dan lebaran


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lukas Bong, Ketua Umum Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) memproyeksi geliat pertumbuhan penyewaan properti perkantoran dan gudang masih melesu pasca Pemilu dan Lebaran 2019.

Hal ini, masih berkelindan dengan kerusuhan massa yang pecah pada 21 dan 22 Mei silam setelah pengumuman Pemilu 2019.

"Pelaku bisnis masih wait and see hingga kini. Mereka menunda berekspansi, membuka kantor, bahkan tidak melanjutkan penyewaan perkantoran dan membiarkannya kosong saat masa sewanya habis. Tak hanya itu, bahkan kantor besar mulai merampingkan ukuran kantornya," jelas Lukas Bong kepada Kontan.co.id, Senin (10/6).

Lebih lanjut, Lukas melihat saat ini masih mencatat permintaan sewa paling tinggi datang dari kawasan Sudirman, atau lebih tepatnya di daerah niaga terpadu SCBD. Pihaknya membanderol harga sewa di kisaran Rp 200.000 - Rp 500.000 per meter persegi tiap bulan.

Harga tersebut utamanya ditentukan oleh lokasi perkantoran dan jenis (grade) gedung yang dipakai. "Kawasan SCBD lebih mahal karena lokasi strategis. Sementara soal jenis gedung, lebih kepada model dan fasilitas yang diterima," lanjutnya lagi.

Dengan keadaan politik yang dirasa belum cukup kondusif, Lukas memandang keputusan menaikkan tarif sewa bukanlah hal bijak. Kenaikan tarif sewa, menurutnya, bisa saja dilakukan pada tahun depan tergantung bagaimana kondisi ekonomi makro.

Namun demikian, pihaknya memproyeksi jika sampai akhir Juni tidak ada friksi politik yang kembali meletus, ia yakin sisa satu semester 2019 akan lebih baik bagi bisnis sewa kantor dan gudang.

"Penyewaan properti kantor banyak dilakukan oleh investor asing. Sebagaimana bisnis lainnya, hal-hal mendasar seperti keamanan dan ketentraman dalam berbisnis harus jadi perhatian utama agar pihak investor berani bisnis dan kita tumbuh," kata Lukas.


Reporter: Amalia Fitri
Video Pilihan


Close [X]
×