kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Arifin Panigoro: Ide gross split kan simplifikasi, tapi realisasi di lapangan unik


Kamis, 10 Oktober 2019 / 18:01 WIB
Arifin Panigoro: Ide gross split kan simplifikasi, tapi realisasi di lapangan unik
ILUSTRASI. Arifin Panigoro memberikan wejangan kepada Timnas U23 Indonesia, dalam acara pemberian penghargaan atas prestasi Timnas U23, di kediaman pengusaha Arifin Panigoro, Selasa (22/11/2011). (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)


Reporter: Filemon Agung | Editor: Azis Husaini

Skema kontrak kerja sama gross split diklaim sebagai penanda era baru pengelolaan sektor migas Indonesia yang lebih baik dan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan negara dari sektor ini.

Pemerintah mengklaim, skema gross split memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan skema cost recovery. Pertama, skema gross split memberikan hasil keekonomian yang sama atau bahkan lebih baik dari skema cost recovery.

Baca Juga: Pertamina Group raih sembilan penghargaan Subroto Award 2019

Kedua, skema ini mempercepat tahapan pengembangan lapangan minyak dan gas bumi, karena sistem pengadaan yang mandiri. Ketiga, skema gross split mendorong industri migas lebih kompetitif dan meningkatkan pengelolaan teknologi, SDM, sistem dan efisiensi biaya.

Keunggulan tersebut dimungkinkan karena skema gross split memiliki tiga prinsip utama yaitu certainty, simplicity dan efficiency.Prinsip certainty memberikan parameter insentif jelas dan terukur sesuai dengan karakter atau tingkat kesulitan pengembangan lapangan minyak dan gas bumi.

Prinsip simplicity mendorong bisnis proses KKKS dan SKK Migas menjadi lebih sederhana dan akuntabel sehingga sistem pengadaan (procurement) yang birokratis dan perdebatan yang terjadi selama ini menjadi berkurang.

Terakhir, prinsip efficiency mendorong para kontraktor migas dan industri penunjang migas untuk lebih efisien sehingga lebih mampu menghadapi gejolak harga minyak dari waktu ke waktu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×