kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45931,36   3,72   0.40%
  • EMAS1.320.000 -0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Arsy Buana Travelindo (HAJJ) Bidik Pendapatan Naik Double Digit di Tahun 2023


Sabtu, 15 April 2023 / 19:50 WIB
Arsy Buana Travelindo (HAJJ) Bidik Pendapatan Naik Double Digit di Tahun 2023


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Arsy Buana Travelindo Tbk (HAJJ) akan bekerja sama dengan lebih banyak Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau yang biasa dikenal dengan travel umrah untuk meningkatkan skala bisnisnya. HAJJ menargetkan dapat menggaet 150 PPIU hingga akhir 2023, dari 112 PPIU yang ada saat ini.

Direktur Utama Arsy Buana Travelindo Saipul Bahri mengatakan, travel umrah yang saat ini bekerja sama dengan HAJJ mayoritas berbasis di Jabodetabek, Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah. Ke depannya HAJJ akan memperluas jangkauannya di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi.

"Ketiga daerah tersebut dipilih karena termasuk yang paling besar dalam hal sumbangsih jemaah," kata Saipul saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (6/4).

Perlu diketahui, HAJJ bergerak dalam bidang bisnis penyedia layanan (service provider) haji dan umrah yang mempunyai model bisnis business to business (B2B). Jadi, HAJJ belum bergerak menjadi travel umrah yang menyediakan paket umrah untuk perorangan atau end-user.

Baca Juga: Setelah Melantai di BEI, Arsy Buana (HAJJ) Berencana Perluas Pangsa Pasar

HAJJ memiliki tiga lini usaha, yaitu jasa penyediaan tiket pesawat untuk perjalanan haji dan umrah, jasa penyediaan land arrangement, dan jasa pengurusan visa.

Land arrangement mencakup penyediaan hotel/akomodasi jemaah, transportasi jemaah, konsumsi jemaah, tour guide, ground handling di bandara keberangkatan dan kedatangan, serta kebutuhan-kebutuhan lainnya yang diperlukan.

Pada tahun ini, HAJJ menargetkan dapat melayani 14.000-16.000 peserta umrah dari para PPIU yang bekerja sama. Kemudian untuk tahun depan, HAJJ mengerek targetnya menjadi 16.000-18.000 peserta dari para PPIU yang dapat dilayani.

"Sejauh 2023 berjalan, capaian dari target peserta tahun ini sudah hampir 40%. Melihat perkembangan saat ini, kami yakin ke depannya akan lebih banyak dan optimistis target dapat tercapai," tutur Saipul.

Untuk menggaet lebih banyak PPIU, HAJJ mempunyai sejumlah strategi. Mulai dari memberikan harga yang atraktif, menjamin ketersediaan akomodasi, kombinasi yang variatif dari akomodasi, pemasok yang luas dan dapat diandalkan/terpercaya, pembayaran bertahap dengan kontrak, serta menjamin pemenuhan kebutuhan akomodasi yang andal.

Baca Juga: Arsy Buana Travelindo (HAJJ) Bidik Pertumbuhan Pendapatan Hingga 25% di 2023

Seiring dengan target kenaikan jumlah peserta, HAJJ bakal memperbesar slot kamar hotel yang dapat disediakan, baik di Mekkah maupun Madinah. Saat ini, HAJJ punya slot sekitar 800 kamar di Mekkah.

Jumlah tersebut terdiri dari 624 kamar di Hotel Al Fajr Al Badiea 2, lalu 72 kamar di Hotel Rehab AlJanadriyah, dan sisanya di hotel yang lain. Kemudian, di Madinah, HAJJ bekerja sama dengan grup Emaar Dhiyafa yang memiliki varian hotel.

Kebutuhan tersebut akan dipenuhi menggunakan dana initial public offering (IPO) yang totalnya mencapai Rp 96,19 miliar. Berdasarkan prospektus, sekitar 60% akan digunakan untuk reservasi tiket pesawat dan sisa 40% untuk reservasi slot kamar hotel.

Rencana realisasi penggunaan dana ini akan dilaksanakan pada tahun 2023 pada kuartal II sampai dengan kuartal III. Rencana penggunaan dana untuk modal kerja akan dilakukan guna memenuhi kebutuhan musim umrah 1445 Hijriyah atau periode 19 Juli 2023 sampai dengan 6 Juli 2024.

Baca Juga: Resmi Melantai di BEI, Arsy Buana (HAJJ) Optimistis dapat Perluas Pangsa Pasar

Dengan menggaet lebih banyak PPIU dan memperbesar ketersediaan slot hotel, HAJJ yakin dapat memperbesar pangsa pasarnya di bisnis service provider haji dan umrah. HAJJ menargetkan dapat meningkatkan pangsa pasar menjadi 20%-30%, dari saat ini 10%.

Menurut Saipul, potensi pasar haji dan umrah di Indonesia sangat besar. Indonesia adalah negara dengan populasi umat Islam terbesar di dunia. Minat masyarakat untuk melaksanakan haji dan umrah juga semakin meningkat.

Saipul yakin HAJJ punya keunggulan kompetitif untuk dapat bersaing dengan para kompetitor. "Kami perusahaan lokal, punya layanan yang mudah, semua transaksi dilakukan di Indonesia, rata-rata tim berpengalaman, serta tim di negara tujuan sudah sangat banyak," tutur dia.

HAJJ juga melihat lini bisnis lain yang potensial digarap seiring dengan pasar Indonesia yang besar, yakni penyediaan paket umrah ke end-user. Namun, Saipul bilang, hal tersebut masih dalam tahap pembahasan internal manajemen.

 

Untuk 2023, HAJJ menargetkan kenaikan pendapatan double digit, yakni 15%-25% secara tahunan.  Sementara, untuk laba bersih, target kenaikannya berkisar di 6%-8% year on year (yoy).

Sebagai gambaran, per September 2022, HAJJ mencatatkan pendapatan sebesar Rp 189,72 miliar. Capaian itu meningkat pesat dari posisi September 2021 senilai Rp 252,86 juta.

Dari sisi bottom line, HAJJ berhasil mencetak laba bersih tahun berjalan senilai Rp 5,83 miliar. Nilai tersebut berbalik dari rugi bersih sebesar Rp 1,19 miliar per 30 September 2021.

IPO HAJJ

HAJJ resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (5/4) dengan harga penawaran umum saham perdana alias IPO Rp 140 setiap saham. Adapun HAJJ menawarkan 687,10 juta lembar saham atau setara 29,99% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Selama masa penawaran umum, HAJJ mencatatkan kelebihan permintaan atawa oversubscribed sekitar 33,14 kali. Jumlah pemegang saham HAJJ sebanyak 15.717 pihak yang terbesar dari 34 provinsi di Indonesia dan lima negara lain.

Pemesanan saham perdana HAJJ ini didominasi oleh investor individu sebanyak 15.709 pihak. Sisanya, sebanyak delapan pihak berasal dari investor institusi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×