kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45962,30   12,15   1.28%
  • EMAS989.000 9.409,62%
  • RD.SAHAM -1.34%
  • RD.CAMPURAN -0.36%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.03%

Asaki: Rencana perpanjangan PPKM darurat bisa turunkan utilisasi produksi jadi 50%


Senin, 19 Juli 2021 / 05:15 WIB
Asaki: Rencana perpanjangan PPKM darurat bisa turunkan utilisasi produksi jadi 50%


Reporter: Vina Elvira | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) memproyeksikan utilisasi produksi industri keramik akan turun ke level 50% apabila pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat diperpanjang hingga Agustus mendatang. Adapun, hingga pertengahan Juni ini, tingkat utilisasi produksi industri keramik sudah mencapai 78% dan merupakan angka tertinggi sejak 2014 silam. 

Ketua Umum Asaki, Eddy Suyanto mengungkapkan, penurunan utilisasi tersebut bisa terjadi karena industri keramik tidak memiliki ketersediaan ruang yang cukup di gudang. Selain itu, akibat adanya gangguan dari sisi arus kas perusahaan. 

"Sebagai informasi, tingkat utilisasi industri keramik di semester satu tahun ini sudah mendekati 75%, jauh membaik dibanding tingkat utilisasi semester satu tahun 2020 yang hanya 47% akibat penerapan PSBB ketat mulai Maret 2020," ungkap Eddy saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (18/7). 

Lebih lanjut Eddy menjelaskan, para pelaku industri keramik akan mengevaluasi kembali terkait kegiatan produksi di Agustus mendatang apabila rencana PPKM darurat resmi diperpanjang. Sehingga, kata dia, opsi pengurangan kapasitas produksi tidak bisa dihindari. "Namun bisa dipastikan dari ASAKI belum ada pengurangan karyawan atau PHK," kata Eddy. 

Baca Juga: Ada PPKM darurat, Asaki akan memperkuat kinerja ekspor

Sebagaimana diketahui, berdasarkan data yang dihimpun Asaki, PPKM darurat telah berdampak terhadap penjualan keramik, terutama di wilayah Jawa-Bali karena kegiatan toko bahan bangunan sangat terbatas dan sepi transaksi akibat adanya penyekatan dan penutupan akses jalan. "Bahkan boleh dikatakan stop atau berhenti kegiatan transaksi jual-beli akibat banyak dilakukan penyekatan atau penutupan akses jalan," jelas Eddy. 

Meskipun begitu, Eddy bilang bahwa para pelaku industri mendukung penuh kebijakan pemerintah untuk menerapkan PPKM darurat. Sebab, pihaknya menyadari bahwa sektor kesehatan dan pemulihannya harus menjadi prioritas utama agar ke depannya sektor usaha atau industri bisa segera berjalan normal kembali. 

"Pelaku industri keramik mendukung penuh kebijakan pemerintah menerapkan PPKM darurat sampai dengan 20 Juli 2021 dengan harapan penyebaran dan pemutusan rantai Covid-19 bisa berhasil," pungkasnya. 

Baca Juga: Kebijakan PPKM darurat menghambat penjualan bahan bangunan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×