kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.821   -7,00   -0,04%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Askindo perkirakan produksi kakao 270.000 ton di 2018


Minggu, 01 April 2018 / 21:44 WIB
Askindo perkirakan produksi kakao 270.000 ton di 2018
ILUSTRASI. Sentra Perkebunan Kakao di Sulawesi


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun ini Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) memperkirakan produksi kakao nasional akan kembali menurun dibandingkan sebelumnya. Ketua Umum Askindo Zulhelfi Sikumbang memperkirakan produksi kakao tahun ini hanya sekitar 270.000 ton.

Menurut Zulhelfi, menurunnya produksi kakao dalam negeri ini akan mendorong impor lebih tinggi lagi. Tahun lalu, berdasarkan data BPS yang dihimpung Askindo, impor biji kakao meningkat drastis menjadi 226.613 ton dari sebelumnya 61.016.

"Produksi tahun ini turun lagi, kemungkinan impor akan naik lagi," ujar Zulhelfi kepada Kontan.co.id, Jumat (30/3).

Sementara itu i saat produksi kakao belum meningkat, kapasitas produksi di pabrik Indonesia pun masih tergolong besar. "Kapasitas pabrik sebesar 800.000 Ton, sementara baru bisa menggiling kakao 400.000 ton. "Artinya mesin idle sebesar 400.000 ton," tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan data BPS, pada 2017 ekspor biji kakao menurun menjadi 25.098 dari tahun sebelumnya sebesar 28.329 ton. Ekspor biji kakao ini terus menunjukkan penurunan sejak 2009, dimana pada 2009 ekspor biji kakao sempat mencapai 439.304 ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×