kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Lahan kakao Indonesia terus susut


Minggu, 18 Februari 2018 / 16:38 WIB
Lahan kakao Indonesia terus susut
ILUSTRASI. Sentra Perkebunan Kakao di Sulawesi


Reporter: Abdul Basith | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lahan kakao di Indonesia terus menyusut. Lahan yang semula seluas 1,7 juta hektare (ha), diperkirakan saat ini hanya sebesar 1,2 juta ha.

"Saat ini lahan kakao kurang lebih tinggal 1,2 juta ha," ujar Ketua Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo), Zulhefi Sikumbang kepada Kontan.co.id, Minggu (18/2).

Susutnya lahan kakao diakibatkan banyaknya masyarakat yang mengalihfungsikan lahannya. Zulhefi bilang di beberapa daerah seperti Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, serta Sumatera telah mengganti tanaman kakaonya.

Pergantian tersebut didorong oleh faktor ekonomis. Masyarakat yang memiliki kebebasan dalam melakukan penanaman komoditas cenderung menanam tanaman yamg lebih ekonomis saat ini seperti kelapa sawit, jagung, beras, dan karet.

Sulitnya melakukan penanaman kakao membuat petani beralih. Tanaman kakao perlu dirawat insentif agar terbebas dari hama.

Selain itu kakao juga merupakan tanaman yang sensitif. Zulhefi bilang tanaman kakao sensitif terhadap cuaca sehingga tidak bisa terlalu banyak hujan dan panas.

"Permasalahan penyakit dan hamanya besar, tanaman sangat sensitif," terang Zulhefi.

Berdasarkan hal tersebut Zulhefi khawatir bila luas lahan kakao akan terus susut. Hal itu akan berpengaruh bagi bahan baku industri pengolah biji kakao.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×