Reporter: Khomarul Hidayat | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra International Tbk (Astra) meluncurkan Program Kontribusi Sosial 70 tahun Astra. Peluncuran program ini bersamaan dengan pemberian apresiasi kepada generasi muda inspiratif melalui 17th Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards.
Presiden Direktur Astra International Rudy berharap, inisiatif para penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2026 dan Program Kontribusi Sosial Astra diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
"Harapan kami, inisiatif-inisiatif ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat Indonesia yang merasakan manfaatnya. Kami juga berharap apa yang telah kami lakukan dapat diamplifikasi oleh banyak pihak sehingga dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat lebih luas," ujar Rudy dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2026).
Baca Juga: Toyota Astra Motor (TAM) Sambut Rencana Perluasan Insentif Kendaraan Elektrifikasi
Tahun ini, jumlah peserta 17th SATU Indonesia Awards mencapai 19.155 generasi muda atau meningkat sekitar 8% dibandingkan peserta tahun sebelumnya, sebanyak 17.708 peserta.
Penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2026 dibagi dalam dua kategori, yaitu umum dan Desa Sejahtera Astra.
Pada kategori umum ditetapkan lima penerima apresiasi. Bidang kesehatan terdapat dr. Andi Rizki Tenryayu, Pejuang Gizi Anak dari Bone, Sulawesi Selatan. Lewat Gerakan Intervensi Gizi Menuju Zero Stunting (GIZI, GO!), dr. Andi menangani stunting dengan cara yang berbeda.
Setiap anak dibuatkan e-profiling dengan pendekatan "Satu Anak, Satu Profil". Program ini menjangkau 982 balita di 10 desa dan lewat program ini anak stunting turun 45%, dan anak berisiko stunting turun 60%.
Di bidang pendidikan ada Hari Novar, penjembatan asa anak pelosok Riau, dari Pekanbaru Provinsi Riau. Melalui Indonesian Youth Education & Social (IYES) Mengajar, Hari mengajak ratusan anak muda dari kota melalui media sosial untuk meningkatkan pendidikan di desa-desa terpencil di Riau, termasuk kampung yang ditempuh empat jam naik perahu, dan belum berlistrik, yakni kawasan Suku Talang Mamak.
Relawan IYES memperkuat ekosistem sekolah dengan mengajar siswa, melatih guru dan memperbaiki fasilitas sekolah. Dalam dua tahun, ratusan relawan juga menjalankan kegiatan di sembilan sekolah di lima kabupaten.
Astra juga menetapkan Ahmad Fahrezi sebagai penerima apresiasi bidang Lingkungan. Pengolah Limbah dan Petani Sirkular, dari Jawa Tengah ini mengolah limbah sayuran di pasar Cepogo, Boyolali, yang selama ini dibuang begitu saja menjadi pupuk yang memiliki nilai jual dan memulihkan kesuburan tanah dengan pendekatan bioteknologi.
Di bidang kewirausahaan ada Afif Alfianto, penggerak ekonomi perempuan dari Hutan Tamanu, Kebumen Jawa Tengah. Afif memberdayakan perempuan desa Karangduwur, Kebumen melalui Koperasi Produsen Sinergi Mekarsari Lestari untuk mengolah biji tamanu menjadi minyak bahan kosmetik, tanpa menebang pohonnya.
Di bidang teknologi, Astra mengapresiasi Feri Ramanda, pelopor peternakan cerdas berbasis data, dari Medan Sumatra Utara. Feri membangun Farmloka, sistem peternakan modern yang menggabungkan IoT, AI, dalam mobile application. Farmloka kini digunakan oleh sekitar 824 peternak dengan hasil panen naik hingga 93%.
Apresiasi Desa Sejahtera Astra
Astra juga memberikan apresiasi kepada Desa Sejahtera Astra yang telah menghadirkan perubahan positif melalui berbagai inisiatif di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan. Kategori Desa Sejahtera Astra berhasil menjaring 265 pendaftar dari 17 provinsi di Indonesia.
Apresiasi Desa Sejahtera Astra diberikan kepada empat desa penerima apresiasi dengan program khusus yang berdampak positif di masyarakat. Pertama, Desa Sejahtera Astra Sukaluyu, Karawang, Jawa Barat melalui integrasi layanan kesehatan seluruh siklus hidup melalui Posyandu.
Kedua, Desa Sejahtera Astra Karangjengkol, Purbalingga, Jawa Tengah dengan mengembangkan potensi desa sebagai ruang belajar dan penggerak ekonomi masyarakat. Program telah menjangkau lebih dari 5.000 peserta pelatihan, melayani 500 siswa dari lebih dari 10 sekolah per tahun.
Baca Juga: UMKM Binaan Astra Cetak Potensi Transaksi Rp 104,9 Miliar di TEI 2026
Ketiga, Desa Sejahtera Astra Purwodadi, Malang, Jawa Timur yang berupaya memulihkan ekosistem laut untuk keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir.
Keempat, Desa Sejahtera Astra Tanjuang Bonai, Tanah Datar, Sumatra Barat sebagai penerima apresiasi program ini setelah mengupayakan pengembangan ekosistem kopi dari hulu hingga hilir berbasis koperasi dan kearifan adat.
Menyambut HUT ke-70 Astra, Astra meluncurkan tujuh inisiatif kontribusi sosial yang menargetkan 700 Desa Sejahtera Astra di tujuh pulau di Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, program ini menargetkan revitalisasi 700 posyandu, memberikan manfaat kepada 7.000 siswa melalui program revitalisasi sekolah, serta menjangkau 7.000 keluarga melalui revitalisasi bank sampah. Astra juga menargetkan 700 Desa Sejahtera Astra Go Global.
Komitmen ini turut diwujudkan melalui program sukarela Insan Astra Berbagi, yang mencakup donasi 70.000 buku, 70.000 jam pelatihan oleh Insan Astra dalam bidang literasi keuangan, keselamatan berkendara, digital, dan kepemimpinan, serta 7.000 jam kegiatan Insan Astra Membangun. Dalam kegiatan ini, Insan Astra akan berpartisipasi dalam revitalisasi posyandu dan sekolah.
“Melalui SATU Indonesia Awards dan program Kontribusi Sosial 70 tahun Astra, kami ingin terus mendorong kolaborasi antara generasi muda, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Executive in Charge Astra sekaligus Ketua Panitia HUT ke-70 Astra Boy Gemino Kalauserang.
Baca Juga: Astra dan Djarum Dukung Program 3 Juta Rumah, Targetkan 7.283 Unit
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














