Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Ridwan Mulyana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT United Tractors Tbk (UNTR) sebagai distributor resmi Komatsu di Indonesia, mendukung elektrifikasi alat berat, terutama di sektor pertambangan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mendorong operasional pertambangan yang lebih efisien dan rendah emisi.
Marketing Division Head United Tractors, Jonathan T. Muljo mengungkapkan bahwa UNTR mendukung dimulainya uji lapangan Komatsu HD785-7 Hybrid Extended-Range Electric Vehicle (EREV), rigid dump truck kelas 100 ton generasi terbaru. Produk tersebut sedang dikembangkan oleh PT Komatsu Marketing & Support Indonesia (KMSI) di wilayah pertambangan PT Kideco Jaya Agung (Kideco) yang dikelola oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA).
Berbeda dengan sistem penggerak konvensional, pada teknologi EREV motor listrik berfungsi sebagai sumber penggerak utama. Sementara baterai dapat diisi melalui sumber listrik eksternal maupun melalui mesin yang berfungsi sebagai generator. "Konfigurasi ini dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan energi, meningkatkan efisiensi bahan bakar, serta mendukung pengurangan emisi karbon dalam kegiatan operasional pertambangan," ungkap Jonathan pada akhir pekan lalu.
Sebagai anak usaha United Tractors dan salah satu kontraktor penambangan terbesar di Indonesia, PAMA memiliki pengalaman dalam menjalankan kegiatan operasional pertambangan skala besar. Dengan lebih dari 3.000 unit Komatsu HD785-7 yang beroperasi di berbagai proyek, pengalaman operasional ini menjadi basis yang relevan untuk mengevaluasi performa dan daya tahan teknologi EREV dalam operasional pertambangan.
Sementara itu, Kideco dipilih sebagai lokasi pengujian unit untuk memperoleh data mengenai performa teknologi EREV dalam kondisi pertambangan yang sebenarnya. Data dan temuan dari pengujian diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kinerja HD785-7 Hybrid EREV, termasuk potensinya dalam meningkatkan efisiensi bahan bakar, produktivitas, keandalan, serta aspek ekonomi operasional secara keseluruhan.
Jonathan menyampaikan bahwa hasil evaluasi akan mendukung proses penyempurnaan produk sebelum memasuki tahap pengenalan ke pasar. Bagi United Tractors, pengembangan teknologi EREV ini sejalan dengan kebutuhan industri pertambangan untuk terus meningkatkan keseimbangan antara produktivitas, efisiensi operasional, serta pengurangan emisi karbon.
"Inisiatif ini menjadi salah satu langkah penting dari upaya pengembangan alat berat dengan teknologi elektrifikasi di Indonesia untuk mewujudkan industri pertambangan yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan," tandas Jonathan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














