kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.045.000   -77.000   -2,47%
  • USD/IDR 16.919   17,00   0,10%
  • IDX 7.577   -362,70   -4,57%
  • KOMPAS100 1.058   -52,77   -4,75%
  • LQ45 772   -33,15   -4,11%
  • ISSI 268   -15,46   -5,46%
  • IDX30 410   -16,83   -3,94%
  • IDXHIDIV20 502   -16,39   -3,16%
  • IDX80 119   -5,62   -4,51%
  • IDXV30 136   -4,86   -3,45%
  • IDXQ30 132   -4,99   -3,63%

Avia Avian (AVIA) Optimistis Pendapatan Tumbuh 10% di Tengah Daya Beli Melemah


Kamis, 05 Maret 2026 / 05:55 WIB
Avia Avian (AVIA) Optimistis Pendapatan Tumbuh 10% di Tengah Daya Beli Melemah


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kondisi makro ekonomi dan daya beli yang melemah masih memberi rasa percaya diri bagi PT Avia Avian Tbk (AVIA) untuk tetap mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja di tahun ini.  

Head of Investor Relations AVIA, Andreas Timothy,  yakin, Avia Avian masih bisa membukukan pertumbuhan pendapatan 6% hingga 10% di tahun ini. “Untuk tahun 2026, AVIA membidik pertumbuhan pendapatan sama seperti tahun lalu yakni tumbuh 6% hingga 10% dengan pertumbuhan volume sebesar 4% - 8%,” tutur dia. Sementara laba bersih, Avian Brands berharap bisa membukukan pertumbuhan mid single digit. 

Tahun lalu, AVIA membukukan laba bersih Rp 1,74 triliun meningkat 4,99% secara tahunan dari periode tahun 2024 sebesar Rp 1,66 triliun. Sementara penjualan perusahaan ini tumbuh 8,73% secara tahunan menjadi Rp 8,12 triliun. 

Baca Juga: Potensi Meningkatnya Jumlah PHK di Industri Kretek Terdampak Aturan Baru

Andreas bilang, rasa percaya diri pertumbuhan kinerja tersebut terlihat dari hasil kinerja hingga Februari 2026 yang masih tumbuh double digit dibanding tahun 2025. Meski daya beli kelas menengah bawah belum sepenuhnya pulih, dia menilai permintaan relatif stabil dengan momentum musiman seperti Lebaran yang biasanya mendorong kenaikan penjualan 10%–20% sebulan sebelum Hari Raya.

Tapi Andreas mengakui jika sebulan setelah Lebaran penjualan akan turun. “Karena tukang cat biasanya pulang kampung jadinya secara total relatif akan tumbuh single digit,” tutur dia. 

Selain melihat dari kinerja dalam dua bulan pertama di tahun ini, Avian juga melakukan berbagai upaya untuk mendorong kinerja secara organik. Andreas menyebut, di tahun ini, perusahaan akan meluncurkan produk baru, ekspansi mesin tinting, menambah distribusi chanel, dan optimalisasi sistem berbasis IT dan AI.

“Kami secara rutin meluncurkan produk baru. Tahun lalu kami membuat 10 produk baru, tahun ini akan ada produk baru lagi,” terang Andreas. 

Pada tahun ini, Avia juga akan mengoperasikan pabrik baru di Cirebon yang mulai commissioning pada Juni2026. Pada tahap awal, fasilitas tersebut akan beroperasi dengan kapasitas 100.000 metrik ton dari total kapasitas terpasang 225.000 metrik ton. 

Pabrik tersebut akan fokus produksi pada wall paint dan waterproofing dua segmen yang dinilai memiliki momentum pertumbuhan paling kuat. Wall paint menyumbang sekitar 50% dari total pasar cat dekoratif nasional, dengan pertumbuhan tahun lalu tercatat double digit atau di atas 10%.

Menurut Andreas, keunggulan utama AVIA terletak pada jaringan distribusi. Sejak 2000, perusahaan membangun jaringan distribusi sendiri dan kini memiliki 144 titik distribusi nasional. Jaringan tersebut memastikan produk tersedia dekat dengan konsumen dan proyek konstruksi, sehingga memperkuat loyalitas toko serta kontraktor.

Baca Juga: Keseimbangan Industri dan Alam, Strategi Konservasi SMGR di Bulu Sipong

Cara lain untuk mendorong kinerja, Avian akan investasi lebih besar di mesin tinting alias mesin oplos cat di toko mitra. Investasi di mesin tinting akan memungkinkan mitra toko menghasilkan lebih banyak warna cat dari empat base warna. Sehingga toko mitra akan lebih efisien dari sisi inventory dan modal kerja. 

Hingga saat ini, Avia Avian telah memiliki sekitar 7.000 mesin tinting yang telah beroperasi. Perusahaan ini akan terus memperluas penetrasi mesin tinting. “Nanti kami akan pinjamkan gratis dengan syarat minimum order tertentu,” kata Andreas. 

 Nah di tahun ini, Avia Avian menargetkan bisa menambah 1.000 unit. Sebagai gambaran biaya untuk menambah mesin tinting per unit sebesar Rp 75 juta. Ini artinya Avian membutuhkan modal Rp 75 miliar untuk penambahan mesin. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×