kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.045.000   -77.000   -2,47%
  • USD/IDR 16.919   17,00   0,10%
  • IDX 7.577   -362,70   -4,57%
  • KOMPAS100 1.058   -52,77   -4,75%
  • LQ45 772   -33,15   -4,11%
  • ISSI 268   -15,46   -5,46%
  • IDX30 410   -16,83   -3,94%
  • IDXHIDIV20 502   -16,39   -3,16%
  • IDX80 119   -5,62   -4,51%
  • IDXV30 136   -4,86   -3,45%
  • IDXQ30 132   -4,99   -3,63%

Keseimbangan Industri dan Alam, Strategi Konservasi SMGR di Bulu Sipong


Rabu, 04 Maret 2026 / 22:41 WIB
Keseimbangan Industri dan Alam, Strategi Konservasi SMGR di Bulu Sipong


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG bersama anak perusahaannya, PT Semen Tonasa, memperkuat komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dengan menetapkan kawasan Bulu Sipong 4 di Sulawesi Selatan sebagai kawasan konservasi. 

Langkah ini tidak hanya menjaga kelestarian situs prasejarah, tetapi juga menyeimbangkan aktivitas industri dengan pelestarian lingkungan dan nilai budaya.

Cagar budaya Bulu Sipong 4 terletak di lahan tambang tanah liat PT Semen Tonasa di Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasatene, Pangkep, Sulawesi Selatan. Gua ini menyimpan seni cadas tertua di dunia berusia sekitar 44.000 tahun, menampilkan adegan perburuan manusia prasejarah. 

Penemuan gua ini oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Makassar pada 2016 kemudian ditindaklanjuti dengan penelitian dan kerja sama perlindungan antara PT Semen Tonasa dan Dirjen Kebudayaan.

Baca Juga: Semen Indonesia (SMGR) Perkuat Bisnis Berkelanjutan dengan Inovasi Industri Hijau

Atas rekomendasi SIG, PT Semen Tonasa menetapkan 31,64 hektare atau 11,3% dari total lahan tambang seluas 280 hektare sebagai kawasan konservasi. Pada 18 Mei 2018, kawasan ini diresmikan menjadi Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) dan Geopark Bulu Sipong. Situs Bulu Sipong 4 kemudian resmi tercatat sebagai geosite UNESCO Global Geopark pada 2023.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan, penetapan kawasan Bulu Sipong sebagai kawasan konservasi menjadi bukti komitmen SIG dan PT Semen Tonasa terhadap pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan industri dengan lingkungan dan nilai budaya.

Dalam pengelolaan kawasan, PT Semen Tonasa bekerja sama dengan LPPM Universitas Hasanuddin untuk menyusun Cultural Heritage Management Plan sebagai panduan pengelolaan warisan budaya. 

Perusahaan juga berkolaborasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIX untuk pemantauan lingkungan, pengecoran dan penyiraman jalan tambang, pengelolaan akses publik, serta revegetasi di kawasan konservasi. 

"Edukasi bagi karyawan dan masyarakat sekitar turut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran pelestarian situs prasejarah," ujarnya dalam siaran pers, Rabu (4/3/2026).

Baca Juga: Semen Indonesia (SMGR) Perkuat Transparansi Informasi Demi Bisnis Berkelanjutan

Selain sebagai situs budaya, Taman Kehati dan Geopark Bulu Sipong menjadi habitat alami bagi beragam flora dan fauna. Hingga 2025, tercatat 25 jenis flora dengan total 2.898 pohon, termasuk tanaman endemik seperti eboni (Diospyros celebica), kayu kuku (Pericopsis mooniana), dan bitti (Vitex cofassus). 

Kawasan ini juga menjadi rumah bagi 41 jenis satwa liar, termasuk 37 jenis burung, 2 primata endemik seperti monyet dare (Macaca maura) dan tarsius, serta unggas dan reptil. Total satwa yang terpantau mencapai 869 ekor.

Vita Mahreyni menambahkan, kenaikan nilai Indeks Kehati Taman Kehati dan Geopark Bulu Sipong menunjukkan lingkungan kawasan Bulu Sipong yang semakin asri dan menjadi benteng pelindung bagi kelestarian keanekaragaman hayati dan warisan arkeologi di dalamnya.

Pada 2025, Indeks Kehati Flora tercatat 1,54, naik dari 1,38 pada 2020, sementara Indeks Kehati Fauna meningkat menjadi 2,85 dari 2,51.

Baca Juga: Semen Indonesia (SGMR) Pasok 115.000 Ton Semen untuk RDMP Balikpapan

Inisiatif strategis ini membawa SIG dan PT Semen Tonasa sebagai narasumber pada forum internasional SPAFA International Conference on Southeast Asian Archaeology and Fine Arts (SPAFACON) 2024 dan Indonesia Geopark Leader Forum 2025, memaparkan program perlindungan situs Bulu Sipong dan konservasi Kehati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×