kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Awal Oktober, harga migor tembus Rp 10.000 per kg


Jumat, 01 Oktober 2010 / 16:06 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri

JAKARTA. Harga minyak goreng awal Oktober ini mulai mencatat kenaikan lebih tinggi dibandingkan rata-rata September. Data Kementerian Perdagangan hari Jumat (1/10) menyebutkan, harga minyak goreng curah rata-rata nasional tembus Rp 10.000 per kg; lebih tinggi dibandingkan dengan harga rata-rata pada bulan September atau di bulan saat lebaran yang hanya Rp 9.979 per kg.

Ketua Asosiasi Minyak Makan Indonesia, Adiwisoko Kasman menyatakan, kenaikan harga disebabkan oleh naiknya harga produk kelapa sawit di pasar internasional. Kenaikan harga dunia tersebut juga berkaitan dengan kenaikan harga minyak bumi. “Jika harga bumi naik maka harga kelapa sawit dan turunan bisa naik,” ujarnya saat ditemui KONTAN di Kementerian Perdagangan, Jumat (1/10).

Adi mengaku, kenaikan harga minyak goreng di dalam negeri tersebut akan berhenti jika harga kelapa sawit dan turunan stabil. Jika harga dunia masih mengalami kenaikan, maka harga di dalam negeri juga akan mengalami kenaikan.

Adi memprediksi, harga minyak goreng tersebut akan stabil di harga Rp 10.000-an per kg, karena belakangan ini harga CPO tidak lagi mencatat kenaikan signifikan. “Saat ini harga dunia sudah stabil sehingga kenakan harga minyak gorengnya bisa tertahan,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×