kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Awal Oktober, harga migor tembus Rp 10.000 per kg


Jumat, 01 Oktober 2010 / 16:06 WIB
Awal Oktober, harga migor tembus Rp 10.000 per kg


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Harga minyak goreng awal Oktober ini mulai mencatat kenaikan lebih tinggi dibandingkan rata-rata September. Data Kementerian Perdagangan hari Jumat (1/10) menyebutkan, harga minyak goreng curah rata-rata nasional tembus Rp 10.000 per kg; lebih tinggi dibandingkan dengan harga rata-rata pada bulan September atau di bulan saat lebaran yang hanya Rp 9.979 per kg.

Ketua Asosiasi Minyak Makan Indonesia, Adiwisoko Kasman menyatakan, kenaikan harga disebabkan oleh naiknya harga produk kelapa sawit di pasar internasional. Kenaikan harga dunia tersebut juga berkaitan dengan kenaikan harga minyak bumi. “Jika harga bumi naik maka harga kelapa sawit dan turunan bisa naik,” ujarnya saat ditemui KONTAN di Kementerian Perdagangan, Jumat (1/10).

Adi mengaku, kenaikan harga minyak goreng di dalam negeri tersebut akan berhenti jika harga kelapa sawit dan turunan stabil. Jika harga dunia masih mengalami kenaikan, maka harga di dalam negeri juga akan mengalami kenaikan.

Adi memprediksi, harga minyak goreng tersebut akan stabil di harga Rp 10.000-an per kg, karena belakangan ini harga CPO tidak lagi mencatat kenaikan signifikan. “Saat ini harga dunia sudah stabil sehingga kenakan harga minyak gorengnya bisa tertahan,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×