Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkap penyebab antrean panjang di beberapa SPBU di Kota Makasar.
Ketua Umum Parati Golkar ini menyebut antrean tersebut terjadi karena banyak dari masyarakat yang melakukan peralihan konsumsi dari sebelumnya BBM non subsidi ke BBM Subsidi.
Hal ini terjadi seiring dengan adanya fluktuasi harga minyak dunia yang belakangan terjadi.
"Kita tahu kondisi kemarin itu kan memang ada yang shifting dari pemakaian BBM yang tadinya non subsidi menjadi subsidi," kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Kamis (17/9/2026).
Baca Juga: Bahlil Ungkap Persoalan BBM Subsidi di Makassar, Ada Tangki Diubah hingga 1 Ton
Selain itu, Bahlil juga mendapatkan laporan dari polisi dugaan penimbunan dengan modus memperbesar tangki saat melakukan pembelian BBM.
"Ada yang 700 liter, ada yang 1 ton, kemudian diisi dengan mobil yang baik. Dengan mobil Pajero, apa, segala macam. Jadi itu, itu yang membuat eh salah satu di antara yang membuat antrean," tegas Bahlil.
Bahlil pun menegaskan telah melaporkan kondisi tersebut pada Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, Presiden meminta agar hal itu segera ditertibkan.
Walau begitu, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah hanya sebagai regulator. Pihaknya akan bekerja sama dengan Pertamina terkait penertiban di lapangan.
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengungkapkan kondisi antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di Kota Makassar mulai membaik.
Pjs. Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, memaparkan bahwa dari total 45 SPBU yang melayani masyarakat, lebih dari 35 SPBU di area tersebut atau sekitar 80% telah menunjukkan kondisi antrean yang lebih kondusif.
Baca Juga: Bahlil Ungkap UC Rusal Bakal Bangun Pabrik Alumina di Kalimantan
"Seiring dengan membaiknya kondisi tersebut, waktu tunggu masyarakat untuk mendapatkan BBM juga semakin singkat," kata dia dalam keterangan resmi, Senin (14/8/2026).
Okky menjelaskan, perbaikan kondisi ini merupakan hasil dari kolaborasi yang dilakukan antara Pertamina Patra Niaga dengan pemerintah daerah (Pemda) Provinsi Sulawesi Selatan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan, serta mengatur penyaluran BBM subsidi di lapangan.
Ia menyatakan, strategi yang dilakukan di antaranya penambahan operator dan jalur pelayanan BBM Subsidi di sejumlah SPBU, pengoperasian 25 SPBU selama 24 jam, serta penambahan titik penyaluran melalui SPBU Modular di Center Point of Indonesia (CPI).
"Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk menambah kapasitas pelayanan sekaligus memberikan alternatif titik pengisian bagi masyarakat," jelas Okky.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













