kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

SEFAS Ungkap Alasan Akuisisi SPBU Shell, Lirik Potensi Jangka Panjang Bisnis Ritel


Jumat, 21 Agustus 2026 / 19:25 WIB
SEFAS Ungkap Alasan Akuisisi SPBU Shell, Lirik Potensi Jangka Panjang Bisnis Ritel
ILUSTRASI. SPBU Shell (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. SEFAS Group melirik potensi jangka panjang dalam pengembangan bisnis ritel energi di Indonesia. Sebagai bagian dari strategi ekspansi, SEFAS Group selangkah lagi akan mengambilalih bisnis Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) Shell di Indonesia.

Chief Executive Officer SEFAS Group, Ricky Roesli mengungkapkan bahwa SEFAS Group telah sepakat untuk mengakuisisi 100% bisnis SPBU Shell di Indonesia, dengan tetap tunduk pada persetujuan regulator dan persyaratan lainnya. SEFAS Group menargetkan proses akuisisi tersebut dapat segera rampung pada tahun ini.

"Proses transaksi saat ini masih berjalan dan tetap tunduk pada persetujuan regulator serta persyaratan umum lainnya. Kami berharap penyelesaian proses alih kepemilikan dapat diselesaikan dalam tahun ini," kata Ricky kepada Kontan.co.id, Jumat (21/8/2026).

Baca Juga: Pemerintah Bantah Indonesia Jadi Jalur Transshipment Produk China ke AS

Ricky belum dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai nilai transaksi dari aksi akuisisi tersebut. Di sisi lain, Ricky memastikan bahwa selama dan setelah transaksi selesai, pelanggan akan tetap melihat merek Shell di Indonesia melalui skema lisensi merek.

SEFAS Group akan melanjutkan bisnis yang ada dengan fokus pada kesinambungan layanan, sambil membangun fondasi untuk pengembangan bisnis ke depan. "Prioritas utama kami adalah memastikan proses transisi berjalan lancar serta menjaga kegiatan operasional yang aman dan andal bagi pelanggan dan mitra," imbuh Ricky.

Saat ini, bisnis SPBU Shell di Indonesia mencakup sekitar 200 lokasi. Jaringan SPBU tersebut berada di Jakarta dan sekitarnya atau area Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Sebagai mitra jangka panjang Shell dan distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia, Ricky menyatakan bahwa SEFAS Group memiliki pemahaman yang mendalam mengenai pasar lokal, kebutuhan pelanggan, serta jaringan hubungan yang telah terbangun di sektor energi.

Menurut Ricky, kepemilikan lokal juga memberikan landasan yang kuat bagi fase pengembangan bisnis berikutnya. Dengan pengalaman dan pemahaman tersebut, SEFAS Group meyakini berada dalam posisi yang baik untuk mendukung kelanjutan dan pertumbuhan bisnis ritel energi ini di Indonesia.

"Ambisi kami adalah membangun salah satu bisnis ritel energi yang paling tepercaya dan berkelanjutan di Indonesia. Kami melihat bisnis ritel energi di Indonesia akan terus berkembang seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan perubahan kebutuhan mobilitas masyarakat," ungkap Ricky.

Di tengah dinamika bisnis ritel Bahan Bakar Minyak (BBM), Ricky menyatakan SEFAS Group juga mencermati transisi kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) yang penggunanya terus bertumbuh. Perkembangan tersebut menuntut bisnis retail energi untuk terus beradaptasi dalam memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin beragam.

"Kami melihat ada peluang untuk mengembangkan bisnis sejalan dengan perubahan kebutuhan energi Indonesia, dengan tetap mempertahankan fokus pada keamanan, keandalan operasional, dan pengalaman pelanggan," tandas Ricky.

Prospek Bisnis Ritel BBM di Indonesia

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menilai pengembangan bisnis hilir minyak, khususnya ritel BBM masih punya prospek menarik di tengah transisi EV di Indonesia yang masih dalam tahap awal. Meski semakin masif, tetapi konsentrasi pengguna EV masih berada di kota-kota besar, khususnya Jabodetabek.

Komaidi menyoroti porsi BBM di dalam bauran bahan bakar sektor transportasi pada tahun 2024 - 2025 masih di atas 99%. Dus, prospek bisnis ritel BBM masih punya napas yang panjang. "Jadi kalau bisnis SPBU, kemungkinan masih cukup prospektif dalam beberapa waktu ke depan," kata Komaidi saat dihubungi Kontan.co.id, Jumat (21/8/2026).

Pengamat Migas Hadi Ismoyo turut memprediksi bisnis ritel BBM non-subsidi akan terus bertumbuh. Hadi mencatat dalam tiga tahun terakhir, kebutuhan dan penyaluran tahunan BBM non-subsidi meningkat sekitar 4 juta - 5 juta kiloliter.

BBM non-subsidi tersebut mencakup kategori bensin maupun diesel. "Artinya pasar terus terbuka, tren naik. Bisnis BBM non-subsidi untuk kendaraan menengah atas dan industri terus mengalami kenaikan," ungkap Hadi.

Dalam konsteks akuisisi, Hadi menilai hal yang paling krusial ke depan adalah bagaimana SEFAS Group mempertahankan mutu BBM dan pelayanan di SPBU Shell. "Mereka akan bisa tetap punya pelanggan yang loyal. Terutama kelompok menengah ke atas yang tidak terlalu pusing masalah harga, yang penting kualitas BBM sesuai dengan yang diiklankan," kata Hadi.

Sementara itu, Pengamat Kebijakan Energi & Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria menyoroti bahwa aksi akuisisi SPBU Shell oleh SEFAS Group idealnya tidak hanya dilihat sebagai perpindahan kepemilikan jaringan SPBU. Tetapi perlu dibaca sebagai ujian terhadap daya tahan bisnis ritel BBM swasta di Indonesia.

Pengalaman di pasar domestik dan jaringan bisnis pelumas Shell menjadi modal positif bagi SEFAS Group. Namun, Sofyano menilai bahwa persoalan utama bukan sekadar memiliki SPBU, melainkan bagaimana menjamin pasokan BBM, menjaga harga tetap kompetitif, meningkatkan volume penjualan dan memperoleh margin yang sehat.

Menurut Sofyano, model bisnis SPBU ke depan harus berubah menjadi energy retail station, bukan sekadar tempat membeli BBM. Bisnis minimarket, makanan, pelumas, layanan kendaraan, hingga charging EV bisa menjadi opsi pengembangan bisnis yang menarik.

"Akusisi SPBU Shell bisa menjadi peluang besar bagi SEFAS, tetapi keberhasilannya sangat ditentukan oleh kemampuan membangun model bisnis ritel energi yang lebih efisien, modern dan adaptif terhadap transisi energi," tandas Sofyano.

Baca Juga: Brantas Abipraya Dukung Pemerintah Sediakan 2.100 Rumah bagi Eks Pejuang Timor-Timur

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×