kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.904   -126,00   -0,70%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Bakrie Pipe tertarik masuk proyek Blok Masela


Senin, 22 Februari 2016 / 20:57 WIB


Reporter: Juwita Aldiani | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. PT Bakrie Pipe Industries (BPI) tertarik untuk mengikuti proyek minyak dan gas bumi (migas) di Lapangan Abadi Blok masela di Laut Arafura, Maluku.

Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, Direktur Utama BPI mengklaim BPI pernah ikut dalam proyek laut dalam atau Indonesian Deep water Development (IDD) oleh PT Chevron Pacific Indonesia.

Dalam proyek tersebut, pipa baja dari BPI telah lulus kualifikasi sesuai standar kualitas dari Chevron Corporation. BPI menggelontorkan investasi sebesar US$ 4 juta dengan proses selama 2 tahun.

"Untuk proyek IDD dengan kedalaman 2.000 meter (m), BPI lulus kualifikasi. Apalagi, Masela yang hanya 100 m, BPI mungkin bisa masuk proyek tersebut," tandas Mas Wigrantoro saat ditemui di pabrik pipa baja BPI di Bekasi pada Senin (22/02).

Untuk proyek Masela ini, Mas Wigrantoro juga mengaku Shell dan Inpex Corp telah memesan 300 ton pipa baja dari BPI hanya untuk diuji kelayakannya.

"Kami optimis bisa supply pipanya, tetapi jika menang nantinya kami akan harus tunduk kepada ketentuan yang berlaku," tandasnya.

Bobby Gafur Umar, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Energi dan Migas menambahkan, pilihan menggunakan LNG darat atau gas alam cair terapung (FLNG), belum dikaji lebih dalam oleh pemerintah terkait biaya investasinya.

Padahal, kata Bobby, biaya investasi tersebut pasti akan menggunakan anggaran belanja modal atau capex

"Sementara saat ini para investor (Shell dan Inpex Corp.) sedang menunda capex sebenarnya," ujar Bobby ditempat yang sama, Senin (22/2).

Intinya, Bobby mau pemerintah harus memiliki kebijakan yang tegas terkait penggunaan manfaat untuk konten lokal benar-benar dijalankan.

"Mau onshore atau offshore, penggunaan konten lokal harus ditingkatkan, jangan semuanya apa-apa dari Jepang," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×