Reporter: Leni Wandira | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengamat penerbangan Gatot Rahardjo menilai kerusakan atau pecahnya ban pesawat dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk risiko eksternal yang berada di luar kendali langsung operasional maskapai.
Menurut Gatot, sejumlah faktor eksternal tersebut antara lain kondisi cuaca, permukaan landasan pacu, hingga keberadaan benda asing atau foreign object debris (FOD) di area bandara.
Dalam kondisi tersebut, mitigasi keselamatan menjadi faktor penting untuk memastikan pesawat tetap dapat melakukan pendaratan dengan aman.
Kesiapan awak pesawat, keandalan prosedur, serta koordinasi antarelemen operasional diperlukan agar risiko dapat dikelola dengan tepat.
Baca Juga: Promo Diskon Tiket Pesawat Garuda hingga 20%, Jakarta–Palembang PP mulai Rp 2 Jutaan
"Kesiapan awak, keandalan prosedur, dan koordinasi antarelemen operasional memungkinkan risiko dikelola secara tepat sehingga proses pendaratan tetap berlangsung aman dan terkendali sesuai standar keselamatan penerbangan," kata Gatot dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).
Ia menambahkan, penyebab pasti dari suatu kejadian tetap perlu ditelusuri melalui investigasi secara menyeluruh.
Pemeriksaan perlu melibatkan berbagai unsur dalam ekosistem penerbangan dan kebandarudaraan untuk mendapatkan gambaran mengenai faktor yang memicu kejadian.
Menurut Gatot, investigasi juga penting dilakukan tanpa mendahului hasil pemeriksaan. Temuan dari proses tersebut nantinya dapat menjadi dasar untuk memperkuat langkah mitigasi serta pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Hal ini tercermin dalam penanganan penerbangan Garuda Indonesia GA-604 rute Jakarta–Makassar–Kendari pada Kamis (3/9/2026).
Baca Juga: Prabowo Targetkan Garuda Indonesia Mulai Untung pada Awal 2027
Garuda Indonesia menyampaikan bahwa awak pesawat mengidentifikasi indikasi kendala teknis pada salah satu roda pendaratan. Setelah mengetahui kondisi tersebut, awak pesawat menjalankan prosedur mitigasi dan berkoordinasi dengan unsur operasional terkait.
Pesawat Boeing 737-800NG dengan registrasi PK-GFS kemudian mendarat dengan aman dan terkendali di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, pada pukul 09.27 WITA. Makassar merupakan titik transit terjadwal dalam penerbangan GA-604.
Seluruh penumpang dan awak pesawat dilaporkan berada dalam kondisi selamat. Garuda Indonesia juga menyebut pesawat tersebut sebelumnya telah menjalani pemeriksaan sesuai prosedur dan dinyatakan laik terbang.
Setelah pesawat mendarat, Garuda Indonesia melakukan pemeriksaan teknis lanjutan secara menyeluruh serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan aspek keselamatan dan kelaikudaraan pesawat terpenuhi.
Baca Juga: Garuda Indonesia Targetkan 2026 Jadi Titik Balik, Siap Operasikan 118 Unit Armada
Untuk melanjutkan penerbangan menuju Kendari, Garuda Indonesia menyiapkan pesawat pengganti bagi penumpang terdampak. Maskapai juga memberikan service recovery sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














