kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Bandara Silangit kini dikuasai Angkasa Pura II


Jumat, 14 Desember 2012 / 16:11 WIB
ILUSTRASI. Ini aturan terbaru perjalanan kereta api, pesawat terbang di PPKM Jawa Bali


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Kementerian Perhubungan resmi menyerahkan pengoperasian Bandara Silangit, di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara kepada PT Angkasa Pura II (Persero).

Serah terima operasi oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Herry Bhakti S Gumay, dan Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Tri S Sunoko, di Jakarta Jumat (14/12).

Dialihkannya operasional dari Ditjen Perhubungan Udara kepada Angkasa Pura II itu, diharapkan bisa menjadi ujung tombak perekonomian kawasan Danau Toba dan sekitarnya.

"Arahan Presiden, pelayanan dan operasional Bandara Silangit harus secepatnya ditingkatkan untuk meningkatkan akses, serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal di kawasan Danau Toba dan sekitarnya. Karena, banyak potensi penunjang pariwisata yang dapat digali di sana, seperti hotel, dan lain-lain," kata Herry Bhakti.

Tri Sunoko pun menjelaskan, serah terima ini merupakan salah satu bentuk sinergi strategis antara Ditjen Perhubungan Udara dan Angkasa Pura II, dalam rangka meningkatkan fungsi dan pelayanan pengoperasian Bandara Silangit.

"Targetnya agar kawasan di sekitar Danau Toba lebih mudah didatangi, sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap kegiatan perekonomian daerah sekitar dan. Sumetara Utara pada umumnya," jelas Tri Sunoko.

Melalui penugasan ini, manajemen Angkasa Pura II akan memaksimalkan dan melakukan pembenahan bandara yang dibangun semasa penjajahan Jepang itu. Bandara Silangit yang diapit sembilan wilayah kabupaten di sekitarnya, menjadi salah satu fokus pengembangan yang akan dilakukan Angkasa Pura II ke depan.

Pengkajian (feasibility study) sehubungan pengalihan tugas ini, dimulai Angkasa Pura II sejak November 2012. "Insya Allah pada Desember 2013, kajian selesai dilakukan," ujar Tri Sunoko.

Kajian meliputi aspek finansial, teknis, operasional, SDM, ekonomi, hingga dampak sosial terhadap masyarakat di lingkungan bandara. (Haryo Damardono/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×