kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Bangun Mega Cold Storage, Pemerintah Buka-Tutup Ekspor Ikan


Senin, 09 November 2009 / 13:50 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Rencana pemerintah membangun mega cold storage bukan hanya untuk menyimpan kelebihan pasokan ikan di dalam negeri. Lebih dari itu, pemerintah juga berniat untuk menata ekspor ikan di tahun 2010. Hal ini ditegaskan oleh Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan DKP Martani Huseini, Senin (9/11).

Ikan-ikan utuh hasil tangkapan dalam negeri bakal diekspor dengan sistem buka tutup. Sehingga, saat pasokan ikan di dalam negeri berlebih, maka simpanan ikan dalam mega cold storage akan dibuka untuk dilemparkan ke luar negeri. Ikan-ikan tersebut akan diekspor dalam bentuk utuh.

Namun, selama pasokan ikan untuk industri pengolahan ikan di dalam negeri kurang, maka pintu ekspor ikan akan ditutup lantaran untuk memenuhi kebutuhan industri pengolahan ikan dalam negeri.

Asal tahu saja, pemerintah melalui DKP berencana membangun mega cool storage untuk hasil penangkapan ikan yang berlebihan alias over supply di dalam negeri. Pembangunan mega cold storage direncanakan di tiga lokas; yaitu Pelabuhan Samudera Bitung, Pelabuhan Samudera Muara Baru dan Pelabuhan Samudera Surabaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×