Reporter: Hervin Jumar | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendorong pelaku usaha pangan segar asal tumbuhan (PSAT) menerapkan standar keamanan pangan sejak tahap produksi.
Pemerintah menilai pengawasan tidak cukup dilakukan terhadap produk yang telah beredar di pasar, melainkan harus dimulai dari proses budidaya hingga penanganan pascapanen untuk menjamin mutu pangan sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia.
Dorongan tersebut ditegaskan Bapanas saat meninjau penerapan sistem keamanan pangan di PT Great Giant Pineapple (GGP) di Lampung Timur, Sabtu (5/7/2026).
Perusahaan yang mengelola sekitar 32.000 hektare perkebunan nanas dan pisang di Provinsi Lampung itu dinilai telah menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) secara menyeluruh, mulai dari penggunaan benih, pemupukan, pengelolaan irigasi, penggunaan pestisida sesuai ketentuan, hingga proses panen dan pengemasan.
Baca Juga: Cuan dari Taiwan! Produk Pangan Indonesia Kantongi Potensi Transaksi Rp 89,5 Miliar
Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, mengatakan praktik yang diterapkan PT GGP mencerminkan implementasi amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Bidang Keamanan Pangan.
"Implementasi yang dilakukan PT GGP ini menunjukkan bahwa semangat yang diatur dalam regulasi benar-benar diterapkan di lapangan. Mulai dari proses budidaya, penanganan hasil panen, hingga produk diterima konsumen dilakukan secara terkontrol. Inilah yang kami harapkan menjadi standar bagi pangan segar asal tumbuhan yang beredar, baik di dalam negeri maupun di pasar internasional," ujar Andriko dalam keterangan resmi, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, keamanan pangan harus dibangun sejak awal proses produksi, bukan hanya melalui pengujian terhadap produk akhir. Pengendalian pada setiap tahapan produksi dinilai mampu meminimalkan risiko cemaran biologis, kimia, maupun fisik yang dapat memengaruhi mutu dan keamanan pangan.
Oleh karena itu, Bapanas terus memperkuat pembinaan terhadap pelaku usaha dan petani agar penerapan standar keamanan pangan menjadi bagian dari sistem produksi nasional.
Pengawasan juga dilakukan melalui registrasi kebun, sertifikasi rumah pengemasan (packing house), inspeksi, serta kegiatan surveillance bersama pemerintah daerah.
Baca Juga: Harga Ayam-Telur di Peternak Anjlok, Bapanas Beri Subsidi Jagung Pakan 242.000 Ton
"Hingga saat ini produk yang dipasarkan PT GGP atau lebih biasa dikenal dengan merek Sunpride ini, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, belum pernah menerima keluhan terkait mutu. Hal ini menunjukkan bahwa pengendalian yang dilakukan sejak hulu mampu menjaga kualitas produk hingga diterima konsumen," kata Andriko.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Lampung, Elvira Umihami, mengatakan pemerintah daerah terus memfasilitasi registrasi kebun dan sertifikasi rumah pengemasan sebagai bagian dari penguatan sistem keamanan pangan di daerah.
Menurut Elvira, penguatan standar keamanan pangan tidak hanya meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk hortikultura asal Lampung, tetapi juga memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja dan meningkatnya aktivitas usaha.
Baca Juga: BULOG Percepat Bantuan Pangan dan SPHP, Stok Beras Nasional Tembus 5,3 Juta Ton
"Keamanan pangan menjadi kepentingan pemerintah daerah. Di sisi lain, keberadaan perusahaan juga memberikan manfaat ekonomi sekaligus membawa nama baik Lampung di pasar internasional," ujarnya.
Sementara itu, Plantation Director PT Great Giant Pineapple, Guntur, mengatakan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam penerapan standar keamanan pangan diharapkan terus diperkuat.
Menurut Guntur, pendampingan pemerintah juga perlu diperluas agar semakin banyak petani mampu menerapkan praktik budidaya sesuai standar.
"Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut, tidak hanya untuk perusahaan kami, tetapi juga dapat memperkuat kapasitas petani Indonesia. Potensi pertanian Indonesia sangat besar dan harus terus didorong agar semakin maju," kata Guntur.
Baca Juga: Gama Agro Sejati Perkuat Pendampingan Petani di Tengah Tantangan Ketahanan Pangan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














