kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.015   52,00   0,29%
  • IDX 5.792   97,05   1,70%
  • KOMPAS100 753   17,38   2,36%
  • LQ45 571   13,81   2,48%
  • ISSI 200   1,97   0,99%
  • IDX30 323   7,68   2,43%
  • IDXHIDIV20 397   8,26   2,12%
  • IDX80 85   1,98   2,38%
  • IDXV30 108   1,58   1,49%
  • IDXQ30 104   2,04   2,00%

Cuan dari Taiwan! Produk Pangan Indonesia Kantongi Potensi Transaksi Rp 89,5 Miliar


Kamis, 02 Juli 2026 / 12:10 WIB
Cuan dari Taiwan! Produk Pangan Indonesia Kantongi Potensi Transaksi Rp 89,5 Miliar
ILUSTRASI. Paviliun Indonesia (Dok/Kementerian Perdagangan)


Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Produk pangan Indonesia membukukan potensi transaksi senilai US$ 5 juta atau sekitar Rp 89,5 miliar dalam ajang Food Taipei Mega Show 2026 yang berlangsung di Taipei, Taiwan, pada 24–27 Juni 2026.

Capaian tersebut menjadi sinyal meningkatnya daya saing produk pangan nasional di pasar Taiwan.

Baca Juga: Menembus Lautan, PTBA dan PKBM Pesona Hadirkan Akses Pendidikan di Pulau Tegal

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi mengatakan, nilai potensi transaksi tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan pasar Taiwan terhadap kualitas produk pangan Indonesia.

"Potensi transaksi sebesar US$ 5 juta menunjukkan produk pangan Indonesia memiliki kualitas, nilai tambah, dan daya saing yang semakin diakui di pasar Taiwan," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (2/7/2026).

Sementara itu, Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei Arif Sulistiyo mengatakan, keikutsertaan Indonesia dalam pameran tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas akses pasar ekspor sekaligus mempertemukan pelaku usaha nasional dengan calon pembeli potensial.

Baca Juga: NTP Petani Tanaman Pangan Tertinggi sejak Maret 2024, Bulog Serap 3,3 Juta Ton Beras

Menurut Arif, melalui ajang ini Indonesia menampilkan beragam produk pangan unggulan yang berkualitas, inovatif, dan memiliki nilai tambah sehingga mampu bersaing di pasar global.

"Dengan jumlah penduduk sekitar 23 juta jiwa dan daya beli masyarakat yang tinggi, Taiwan merupakan pasar ekspor yang potensial sekaligus pintu masuk bagi produk Indonesia untuk memperluas penetrasi ke kawasan Asia Timur," katanya.

Pada Food Taipei Mega Show 2026, Paviliun Indonesia diisi lebih dari 20 pelaku usaha yang menghadirkan berbagai produk pangan dengan konsep gaya hidup sehat dan berkelanjutan.

Baca Juga: Jasuindo Tiga Perkasa (JTPE) Perluas Ekspansi Ekspor ke Pasar Asia dan Afrika

Produk yang dipamerkan meliputi sarang burung walet, produk boga bahari (seafood), makanan ringan berbahan buah, mi rendah kalori, madu, kopi, rempah-rempah, saus dan bumbu premium, gula kelapa sagu, hingga berbagai produk olahan perikanan.

Selama empat hari penyelenggaraan, sekitar 500 pengunjung mendatangi Paviliun Indonesia.

Melalui pameran tersebut, Indonesia juga menggelar berbagai kegiatan promosi dan business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan importir, distributor, retailer, industri makanan, serta calon mitra bisnis dari Taiwan maupun negara lain.

Arif menyebut sejumlah produk yang paling banyak menarik minat pembeli antara lain sarang burung walet, produk boga bahari, makanan ringan sehat, saus dan bumbu premium, rempah-rempah, mi instan sehat, serta gula kelapa sagu.

Baca Juga: Punya Landbank 900 Hektare, Metland (MTLA) Fokus Optimalkan Proyek Eksisting

Sebagai tindak lanjut, KDEI Taipei akan memperkuat promosi perdagangan melalui penyelenggaraan business matching, misi dagang, serta pengembangan kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan di Taiwan.

"Upaya tersebut diharapkan dapat membuka akses pasar yang semakin luas bagi pelaku usaha Indonesia, meningkatkan nilai ekspor nasional, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok produk pangan berkualitas di pasar global," ujar Arif.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, total perdagangan Indonesia dengan Taiwan sepanjang Januari–April 2026 mencapai US$ 3,10 miliar.

Dari nilai tersebut, ekspor Indonesia ke Taiwan tercatat sebesar US$ 1,59 miliar, sedangkan impor dari Taiwan mencapai US$ 1,51 miliar, sehingga Indonesia membukukan surplus perdagangan sebesar US$ 80 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×