kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Bappebti menanti arahan Kemdag terkait lelang gula rafinasi


Senin, 02 April 2018 / 18:37 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi gula impor - gula rafinasi


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa hari yang lalu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Kementerian Perdagangan menghentikan lelang gula kristal rafinasi (GKR) melalu pasar lelang komoditas dibatalkan.

KPK menilai lelang tersebut dapat menimbulkan biaya tambahan bagi pelaku industri besar, yang dikhawatirkan akan menjadi beban konsumen. Selain itu, KPK juga khawatir penerapan sistem lelang ini menghilangkan kesamaan kesempatan bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk mendapatkan gula rafinasi.

Menanggapi hal ini, Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kemdag Bachrul Chairi mengatakan Bappebti masih menunggu arahan dari Kementerian Perdagangan (Kemdag).

"Kami akan segera melakukan rapat membahas hal ini, Kemdag sangat serius untuk mempelajari masukan yang ada," kata Bachrul kepada Kontan.co.id, Senin (2/4).

Menurut Bachrul, Kemdag juga menerima semua masukan yang diberikan dari berbagai pihak. Menurutnya, dengan mempelajari setiap masukan yang diberikan bertujuan untuk terus memperbaiki sistem yang ingin diterapkan.

Sejauh ini, Bachrul mengatakan uji coba lelang GKR masih terus dilakukan. Dia bilang, keputusan terkait lelang ini akan diambil dalam waktu dekat. "Mungkin keputusannya ada dalam satu-dua hari ke depan," ujarnya.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×