kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45931,36   3,72   0.40%
  • EMAS1.320.000 -0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Barito Pacific (BRPT) terus memacu bisnis petrokimia


Rabu, 17 November 2021 / 15:24 WIB
Barito Pacific (BRPT) terus memacu bisnis petrokimia
ILUSTRASI. Barito Pacific di Jakarta. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melihat prospek bisnis petrokimia yang positif di sisa tahun ini dan di masa yang akan datang. Adapun, BRPT terus berfokus mendukung ketersediaan pasokan petrokimia dalam negeri yang saat ini masih sebagian besar bergantung pada impor. 

David Kosasih, Direktur Keuangan Barito Pacific mengatakan, di tengah kondisi pasar dan periode yang menantang akibat pandemi, bisnis petrokimia yang dijalankan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), mampu mencatatkan pertumbuhan yang solid untuk periode sembilan bulan pertama di tahun 2021.

"Kami berharap kinerja ini dapat dipertahankan sampai dengan akhir tahun," ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (16/11). 

David memaparkan lebih lanjut, pada periode kuartal III 2021 Chandra Asri juga mencapai tonggak penting yaitu menyelesaikan Penawaran Umum Terbatas (PUT) III, sebagai salah satu rights issue terbesar yang pernah dilakukan di Bursa Efek Indonesia. 

"Dengan selesainya Right Issue ini, Thai Oil sepenuhnya bergabung sebagai mitra strategis dengan memegang 15% kepemilikan di Chandra Asri dan membawa posisi ekuitas Chandra Asri mencapai mencapai US$ 3 miliar dengan liquidity pool sebesar US$ 2,2 miliar," kata David. 

Melansir catatan Kontan.co.id sebelumnya, hasil dana segar yang didapatkan dari rights issue akan digunakan untuk pengembangan dan pembangunan kompleks petrokimia terintegrasi kedua berskala global. Proyek ini dijalankan PT Chandra Asri Perkasa (CAP) dengan sejumlah pengerjaan, seperti fasilitas cracker, olefin terpolimerisasi serta fasilitas dan utilitas terkait lainnya. Adapun, jika proyek CAP 2 rampung, kapasitas produksi TPIA bakal bertambah jadi 8 juta ton dari 4,2 juta ton per tahun. 

Baca Juga: Pendapatan dan laba Barito Pacific (BRPT) kompak tumbuh hingga kuartal III

Mengutip hasil laporan paparan publik yang dirilis dalam keterbukaan informasi BEI pada 21 Oktober 2021,  manajemen Barito Pacific mengatakan setelah masuknya investor dalam proyek CAP 2, pihaknya akan masuk dalam tahap finalisasi design engineering dari kompleks Perokimia kedua. Adapun BRPT juga mempersiapkan bagian pendanaan untuk tahap selanjutnya. 

Begitu juga David memaparkan kepada Kontan.co.id bahwa saat ini Chandra Asri sedang mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengambil Keputusan Investasi Akhir atau Final Investment Decision yang ditargetkan pada tahun 2022 mendatang. 

 

Terkait peluang ke depannya, David bilang, Barito Pacific akan terus fokus mendukung ketersediaan pasokan petrokimia dalam negeri yang saat ini masih sebagian besar bergantung pada impor. Untuk menangkap peluang itu, BRPT melalui TPIA membangun kompleks petrokimia kedua yang akan memberikan pertumbuhan yang transformasional dan mengembangkan industri petrokimia dalam negeri.

Setelah mencatatkan kinerja di segmen petrokimia dengan cemerlang, David bilang, dari sisi pendapatan segmen petrokimia diperkirakan akan memberikan kontribusi mayoritas terhadap Barito Pacific. David optimistis karena segmen petrokimia BRPT didukung oleh operasional dan tingkat permintaan pasar domestik yang solid. 

David menegaskan, tidak kalah penting segmen geothermal akan terus memberikan kontribusi dan stabilitas yang diperlukan bagi perusahaan. 

Selanjutnya: Chandra Asri (TPIA) rampung rights issue dengan nilai jumbo

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×