CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.600.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.635   69,00   0,39%
  • IDX 6.589   -88,86   -1,33%
  • KOMPAS100 866   -10,49   -1,20%
  • LQ45 656   -8,27   -1,25%
  • ISSI 230   -3,63   -1,55%
  • IDX30 365   -4,62   -1,25%
  • IDXHIDIV20 452   -4,51   -0,99%
  • IDX80 99   -1,12   -1,12%
  • IDXV30 126   -0,86   -0,68%
  • IDXQ30 117   -1,27   -1,08%

Batik Air mengalami kerugian pasca rute penerbangan dari dan ke China ditutup


Kamis, 06 Februari 2020 / 23:06 WIB
CEO Batik Air, Capt Achmad Luthfie di Bandara Soekarno- Hatta, Tangerang pada Kamis (06/7).


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

Maka dari itu, selain melakukan perawatan pada pesawatnya, Batik Air memilih untuk mengisi kekosongan slot dengan menambah frekuensi rute. Namun bukan menuju luar negeri, melainkan menambah frekuensi di rute domestik.

"Kita incar rute-rute yang menguntungkan saja. Seperti Jawa, Sumatra dan Kalimantan. Jadi nambah frekuensi di domestik saja," katanya.

Baca Juga: Bandara Soekarno-Hatta hentikan penerbangan dari dan ke China

Sebelumnya, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan penundaan sementara layanan penerbangan dari dan menuju China yang mulai diberlakukan pada Rabu, (05/2/2020) Pukul 00.00 hingga waktu yang akan ditentukan lebih lanjut.

Tenggat waktu tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang masih berada di China untuk kembali ataupun warga negara China yang hendak kembali ke negaranya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×