kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Batik Air mengalami kerugian pasca rute penerbangan dari dan ke China ditutup


Kamis, 06 Februari 2020 / 23:06 WIB
CEO Batik Air, Capt Achmad Luthfie di Bandara Soekarno- Hatta, Tangerang pada Kamis (06/7).


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

Maka dari itu, selain melakukan perawatan pada pesawatnya, Batik Air memilih untuk mengisi kekosongan slot dengan menambah frekuensi rute. Namun bukan menuju luar negeri, melainkan menambah frekuensi di rute domestik.

"Kita incar rute-rute yang menguntungkan saja. Seperti Jawa, Sumatra dan Kalimantan. Jadi nambah frekuensi di domestik saja," katanya.

Baca Juga: Bandara Soekarno-Hatta hentikan penerbangan dari dan ke China

Sebelumnya, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan penundaan sementara layanan penerbangan dari dan menuju China yang mulai diberlakukan pada Rabu, (05/2/2020) Pukul 00.00 hingga waktu yang akan ditentukan lebih lanjut.

Tenggat waktu tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang masih berada di China untuk kembali ataupun warga negara China yang hendak kembali ke negaranya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×