kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.875   -25,00   -0,15%
  • IDX 8.012   76,70   0,97%
  • KOMPAS100 1.130   13,21   1,18%
  • LQ45 819   3,38   0,41%
  • ISSI 283   5,05   1,82%
  • IDX30 427   0,37   0,09%
  • IDXHIDIV20 512   -2,58   -0,50%
  • IDX80 126   1,21   0,97%
  • IDXV30 139   0,29   0,21%
  • IDXQ30 139   -0,38   -0,27%

Bawang impor yang tak berizin akan dilelang


Kamis, 14 Maret 2013 / 18:23 WIB
Bawang impor yang tak berizin akan dilelang
ILUSTRASI. Tanaman cabai yang sedang berbuah


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan berencana melelang ratusan kontainer bawang yang saat ini menumpuk di terminal peti kemas Pelabuhan Tanjungperak, Surabaya, Jawa Timur. Lelang akan dilakukan Gita jika bawang tersebut tidak memiliki izin masuk ke wilayah pabean Indonesia.

"Kalau sudah ada izinnya harus dilepas ke pasar, tetapi kalau belum ada izin kemungkinan dilelang," kata Gita di Kantor Presiden, Kamis (14/3). Perlu diketahui, ada 390 kontainer bawang putih impor tertahan dan menumpuk di Pelabuhan Tanjungperak dan belum bisa masuk ke pasar karena belum memiliki izin masuk ke wilayah Indonesia.

Gita mengatakan, adanya ratusan kontainer yang membuat bawang putih itu juga akan sampaikan kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa. Ia bilang, akan meminta bawang tersebut dilelang jika memang tidak memiliki izin.

Gita mengakui, Indonesia saat ini butuh bawang putih sebanyak 350.000 ton hingga 400.000 ton. Sementara produk dalam negeri hanya mampu memenuhi dalam skala kecil. Sementara mayoritas kebutuhan tersebut harus diimpor dari China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×