Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bayer Indonesia meresmikan peningkatan fasilitas produksi Multiple Micronutrient Supplement (MMS) dan pengembangan fasilitas R&D Center di Bayer Supply Center Consumer Health Cimanggis, Depok. Nilai investasi dari ekspansi ini secara total mencapai € 5 juta setara Rp 99 miliar.
Head of Bayer Product Supply Consumer Health Bayer Indonesia Priscilla Silvan Prarizta menyampaikan lewat peningkatan lini produksi baru tersebut Bayer berupaya memperkuat ekosistem kesehatan nasional, sekaligus mendukung program pemerintah terkait penurunan stunting dan peningkatan kesejahteraan dan kesehatan ibu dan anak.
Bayer sendiri menggelontorkan dana investasi sebesar € 1,4 juta setara Rp 26 miliar untuk mengoptimalkan output produksi hingga 20%.
Baca Juga: YLKI Catat 106 Pengaduan Konsumen Telekomunikasi Sepanjang 2025
Kini, kapasitas produksi Pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis mencapai 2,4 miliar tablet per tahun untuk kebutuhan domestik maupun global.
“Investasi untuk pengembangan fasilitas produksi MMS ini diharapkan dapat mendukung upaya Pemerintah dalam menurunkan stunting melalui penyediaan suplementasi mikronutrien berkualitas tinggi dan aman bagi ibu hamil, sekaligus memastikan akses yang lebih luas bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” ungkap Priscilla, di Cimanggis pada Rabu (14/1/2026).
Dia melanjutkan, saat ini utilisasi pabrik di Cimanggis baru mencapai 46%. Dengan demikian, pabrikan siap berkomitmen meningkatkan kapasitas produksi apabila kebutuhan di pasar lebih tinggi dari kapasitas saat ini.
Khusus untuk MMS, Pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis mampu memproduksi hingga 1.2 miliar tablet per tahun dalam kemasan botol dan blister.
Pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis merupakan salah satu manufaktur Consumer Health Bayer di kawasan Asia-Pasifik, yang memasok produk untuk pasar domestik maupun berbagai negara di Asia, Australia, Afrika, Eropa, dan Amerika.
Selain peningkatan lini manufaktur, pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis juga melakukan penguatan pusat Riset dan Pengembangan (R&D). Fasilitas R&D ini tidak mengembangkan obat atau molekul baru, melainkan berfokus pada peningkatan kualitas produk dan optimalisasi formulasi, termasuk pengembangan formulasi, metode analisis, serta studi stabilitas pada berbagai zona iklim.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan BP3R untuk Percepat Pembangunan 3 Juta Rumah, Tapi Ada Kritik
Untuk pengembangan fasilitas R&D ini, Bayer mengeluarkan investasi sebesar € 3,6 juta yang ditujukan untuk memastikan produk tetap aman, efektif, dan stabil di berbagai kondisi iklim, sekaligus terhubung secara penuh dengan jejaring R&D global Bayer.
Selanjutnya: Dampak Blokade Trump: Impor Minyak China dari Venezuela Anjlok 75%
Menarik Dibaca: Promo Alfamidi Beli 1 Gratis 1 dan Beli 2 Gratis 1, Berlaku sampai 15 Januari 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













