kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BBM naik, pemerintah janji menahan harga pangan


Rabu, 19 Juni 2013 / 14:39 WIB
ILUSTRASI. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 47,96 poin atau 0,72% ke level 6.701,31 pada akhir perdagangan Jumat (7/1).


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa |

JAKARTA. Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) rencana akan segera naik. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah berjanji berusaha menjaga harga pokok bahan pangan.

Ini supaya harga-harga bahan pangan tak turut melonjak. "Mudah-mudahan tak ada kenaikan harga," ucap Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, Rabu, (18/6).

Ia menyebut, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah untuk menjaga harga bahan pangan. Salah satu bahan pangan yang menjadi perhatian yaitu harga daging sapi.

Untuk itu, rencananya pemerintah akan mendatangkan 15.000 ekor sapi dari luar negeri pada bulan ini. Kemudian pada bulan Juli, pemerintah juga akan kembali mengimpor 30.000 ekor sapi.

Gita bilang bahwa sapi-sapi yang diimpor tersebut merupakan tipe yang tak bisa diproduksi dan disubstitusi di Indonesia. Ada pun, jumlah sapi yang diimpor itu merupakan bagian dari kuota yang sudah ditentukan oleh pemerintah.

Ia menilai, dengan menjaga harga bahan pangan, tentunya ini juga akan meredam ekspektasi inflasi yang akan dihadapi. Pasalnya, bila harga BBM naik menjadi Rp 5.500 untuk solar dan Rp 6.500 untuk premium, inflasi diprediksi mampu mencapai sekitar 7%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×