kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Bea keluar CPO November mungkin naik jadi 10%


Rabu, 20 Oktober 2010 / 18:10 WIB
Bea keluar CPO November mungkin naik jadi 10%
ILUSTRASI. Pesawat Lion Air


Reporter: Cipta Wahyana,Bloomberg | Editor: Cipta Wahyana

JAKARTA. Para pengekspor minyak kelapa sawit atau crude plam oil (CPO) harus siap menanggung beban tambahan. Pasalnya, kemungkinan besar, Pemerintah Indonesia akan kembali menaikkan bea keluar CPO untuk bulan November mendatang.

Steaven Halim, Sekretaris II Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menghitung, untuk periode bulan depan, bea keluar CPO akan naik menjadi 10% dari sebelumnya cuma 7,5%.

Karena potensi kenaikan bea keluar itu, Max Ramajaya, Business Development Manager unit Wilmar International Ltd di Indonesia, memperkirakan, ekspor CPO bulan depan tidak akan naik tinggi. Demikian pula kondisi produksi CPO di dalam negeri.

Catatan saja, Indonesia menerapkan bea keluar sejak 2008 berdasarkan harga rata-rata CPO di Rotterdam. Tarif minimal 1,5% akan diterapkan jika rata-rata harga CPO mencapai US$ 700 per ton. Adapun tarif maksimal 25% berlaku jika harga rata-rata CPO mencapai US$ 1.250 per ton.

Sebulan terakhir, atau antara tanggal 20 September hingga 19 Oktober 2010, harga rata-rata CPO di Rotterdam telah mencapai US$ 951,9 per ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×