kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.935
  • EMAS714.000 1,28%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Begini cara Kementerian Pariwisata genjot industri pariwisata tahun ini


Minggu, 03 Februari 2019 / 18:14 WIB

Begini cara Kementerian Pariwisata genjot industri pariwisata tahun ini
ILUSTRASI. Pariwisata Raja Ampat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pariwisata (Kempar) menargetkan 4 juta wisatawan mancanegara (Wisman) di perbatasan masuk ke Indonesia di tahun 2019. Target tersebut naik dari tahun sebelumnya menjadi 20% dari total target 20 juta wisman pada 2019.

Rizki Handayani Mustafa, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kempar menyebutkan sepanjang 2018 pariwisata perbatasan menyumbang 18% dari total kunjungan wisman. "Karenanya tahun ini harus naik menjadi 20% atau sekitar 4 juta dari total 20 juta target wisman," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima kontan.co.id, Minggu (3/2).


Ia menambahkan, Kempar akan terus mendorong potensi pariwisata perbatasan atau cross border. Implementasinya melalui program Joint Promotion. Contohnya dengan penyedia transportasi (ferry dan bus), event crossborder, hot deals, destinasi digital, dan mobile positioning data (MPD).

Menurutnya, perhatian harus diberikan untuk wisatawan crossborder lantaran memilki banyak peminatnya. Selain itu, wisata perbatasan disebutnya menjadi jawaban ketika wisatawan menemui kesulitan dalam melakukan kegiatan wisata.

Bagi pariwisata Indonesia, menggarap pasar wisman perbatasan sangat realistis. Apalagi Indonesia memiliki banyak daerah yang merupakan pintu masuk wisman dari negara tetangga. Baik dari Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Papua Nugini, maupun Timor Leste.

"Selain itu wisman dari negara tetangga memiliki kedekatan (proximity) secara geografis. Dengan kedekatan ini wisman lebih mudah, cepat, dan murah menjangkau destinasi kita. Belum lagi kedekatan kultural dan emosional. Ini peluang yang bisa kita maksimalkan," ungkapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan, border tourism memiliki peranan penting untuk pariwisata Indonesia. Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya Arief ingin lebih agresif lagi bergerak di border tourism. Apalagi saat ini aksesibilitas dan infrastruktur di wilayah perbatasan Indonesia makin bagus. Hal itu lantaran didorong oleh Presiden Joko Widodo. Ini menjadi keuntungan dalam menggerakkan wisman diperbatasan.

"Tourism itu mirip bisnis transportasi dan telekomunikasi. Membutuhkan kedekatan atau proximity, baik kedekatan budaya maupun kedekatan jarak. Ini berhasil dijalankan di Eropa, karena itu memperkuat border area adalah salah satu solusi bagi pencapaian target Kemenpar. Salah satunya menciptakan kantung-kantung destinasi baru yang digerakkan melalui event. Untuk itulah Rakornis ini menjadi sangat penting," jelasnya.

 


Reporter: Sugeng Adji Soenarso
Editor: Noverius Laoli
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0525 || diagnostic_web = 0.3033

Close [X]
×