kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Begini strategi Bukit Asam (PTBA) untuk kejar target produksi di sisa tahun ini


Minggu, 11 Oktober 2020 / 17:21 WIB
ILUSTRASI. Tongkang batubara PTBA menyusuri Sungai Musi di Palembang, Sumatera Selatan.


Reporter: Dimas Andi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) optimistis bisa mengejar target produksi batubara yang telah direvisi menjadi 25,1 juta ton pada tahun ini. Emiten pelat merah ini juga bakal fokus menjaga kondisi keuangannya di tengah ketidakpastian pasar batubara global.

Sekretaris Perusahaan PTBA Apollonius Andwie C. mengatakan, salah satu strategi PTBA untuk mendongkrak hasil produksi adalah melalui optimalisasi desain tambang sembari tetap menjaga tingkat persediaan batubara.

“Sedangkan dari sisi penjualan, kami terus melakukan penetrasi masif pada pasar-pasar baru yang potensial, baik domestik maupun ekspor, serta mempertahankan pasar eksisting,” ungkap dia, Jumat (9/10).

Sebagai informasi, produksi batubara PTBA turun 7,03 (yoy) menjadi 11,9 juta ton di semester I-2020. Penjualan batubara PTBA juga turun 6,7% (yoy) menjadi 12,5 juta ton yang terdiri dari penjualan ekspor sebesar 5,2 juta ton dan penjualan domestik sebesar 7,3 juta ton.

Baca Juga: Diversifikasi bisnis membuat saham Bukit Asam (PTBA) masih atraktif

Manajemen PTBA juga berupaya menjaga kinerja keuangan di sisa tahun ini. Caranya dengan menerapkan keunggulan operasi di sepanjang rantai pasok guna mendapatkan tingkat efisiensi yang optimal.

PTBA menaruh perhatian yang tinggi pada kondisi kewajiban atau liabilitasnya sepanjang tahun ini. Jika ditelusuri, anak usaha MIND ID tersebut memiliki nilai liabilitas sebesar Rp 10,92 triliun di semester I-2020 atau naik 42,37% dibandingkan posisi liabilitas di akhir tahun lalu sebesar Rp 7,67 triliun.

Pollo menjelaskan, kenaikan liabilitas PTBA sepanjang enam bulan pertama 2020 lebih disebabkan adanya utang dividen sebesar Rp 3,6 triliun yang jadwal pembayarannya jatuh pada Juli kemarin. Jika tidak memperhitungkan utang dividen tersebut, maka posisi liabilitas PTBA sebenarnya bisa lebih rendah dibandingkan hasil di tahun lalu.

“Ini menunjukkan bahwa PTBA mampu melakukan pengelolaan utang dengan baik,” tandas dia.

Selanjutnya: Hasil Tambang Batubara Jadi Barang Kena Pajak dalam UU Cipta Kerja

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×